Terduga Teroris Rrs Adalah Anggota Keluarga Terpandang
Rumah Rrs terbilang besar dan posisinya berada di pinggir Jalan H Tatang Sumantri atau akses masuk ke kawasan perumahan elit
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Sejumlah warga menyesalkan pria berinisial Rrs (49) warga Jalan H Tatang Sumantri terlibat dengan kelompok-kelompok jaringan terorisme.
Rrs ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di rest area KM57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (19/7/2018).
Rumahnya di kawasan Jalan Mohamad Toha Kota Bandung sempat digeledah Densus 88 namun tak satupun barang di rumah besar milik Rrs itu yang dibawa.
"Kalau berurusan dengan Densus 88 itu ya apalagi kalau bukan terkait terorisme. Makanya warga sini kaget, menyesalkan kalo pak Rrs terlibat hal-hal seperti itu," ujar Agus Irawan (49), petugas keamanan di kawasan kediaman Rrs di Jalna Mohamad Toha saat ditemui pada Jumat (20/7/2018).
Baca: Gara-gara Tak Mau Disuruh Menanak Nasi, Seorang Ayah Tega Membunuh Anak Kandung
Pantauan Tribun, rumah Rrs terbilang besar dan posisinya berada di pinggir Jalan H Tatang Sumantri atau akses masuk ke kawasan perumahan elit Komplek Mekarwangi.
Selain itu, rumahnya tepat di samping Mesjid Al Hidayah yang berjarak kurang dari 100 meter dari gerbang masuk Komplek Mekar Wangi dari Jalan Mohamad Toha.
Rumahnya memanjang dan sekaligus dijadikan pertokoan seperti cafe, toko alat bangunan dan tempat usaha lain.
Panjang rumahnya sendiri jika dilihat tampak muka sekitar kurang dari 50 meter.
Bahkan, Agus mengatakan mesjid di samping rumahnya berdiri di tanah milik Rrs.
"Pak Rrs lahir dan tumbuh besar disini. Selama ini dikenal sebagai keluarga terpandang. Orang tuanya juga sesepuh disini cuma sudah meninggal. Rumah dan tanahnya memang luas, di kiri jalan sini sampai ke dekat uburan masih tanah keluarga pak Rrs. Mesjid juga tanahnya masih sama beliau," ujr Agus.
Karena alasan itulah warga setempat menyesalkan Rrs harus terlibat berurusan dengan Densus 88. Ketokohan keluarga Rrs bahkan membuat nama orang tuanya, Haji Tatang Sumantri diabadikan jadi nama jalan, Jalan Haji Tatang Sumantri. Sehari-hari, Rrs bekerja sebagai pengusaha.
"Pak Rrs ini kan keluarga berada, terpandang, orang tuanya tokoh sesepuh disini. Kenapa harus terlibat sama hal begituan, itu yang sangat disayangkan," ujar Hendri Budiman (50) warga sekitar rumah yang menyaksikan Densus 88 Menggeledah rumah Rrs.