Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

LPDB KUMKM Genjot Penyaluran Dana Bergulir di Sulawesi Barat

Penyaluran ke koperasi dan pelaku usaha di provinsi ini diharapkan mencapai Rp50 miliar - Rp100 miliar

LPDB KUMKM Genjot Penyaluran Dana Bergulir di Sulawesi Barat
istimewa
Braman Setyo saat sosialisasi dan bimbingan teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM di Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (18/3/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM akan menggenjot penyaluran dana bergulir di Sulawesi Barat.

Penyaluran ke koperasi dan pelaku usaha di provinsi ini diharapkan mencapai Rp50 miliar - Rp100 miliar.

Hal ini dikarenakan Sulawesi Barat menjadi provinsi yang serapan dana bergulirnya masih Rp 12,1 miliar yang tersalurkan sejak 2012-2015 padahal potensi koperasi dan UKM yang dapat dikembangkan di wilayah ini sangat besar.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan, sektor unggulan di Sulawesi Barat yang dapat dikembangkan diantaranya kuliner, industri kreatif, dan perkebunan.

Perlu upaya jemput bola dari LPDB-KUMKM yang dibantu Dinas Koperasi dan UKM serta stakeholder lainnya untuk mendorong pelaku usaha atau koperasi di wilayah ini semakin berkembang.

"Kami berupaya agar dana bergulir bisa menyentuh ke pelaku KUKM di Sulawesi Barat. Apalagi potensinya di sini sangat besar," kata Braman Setyo dalam Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM di Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (18/3).

Untuk mempermudah koperasi dan UKM di provinsi ini mengakses dana bergulir, pihaknya berkomitmen untuk terus menyederhanakan proses pengajuan proposal.

Proposal dapat disampaikan melalui Dinas Provinsi atau perusahaan penjamin seperti Jamkrindo.

Untuk selanjutnya proposal akan dianalisis dan diteruskan ke LPDB-KUMKM untuk verifikasi lebih lanjut.

Dengan cara ini akan menghemat ongkos perjalanan dan waktu, sehingga koperasi dan pelaku UKM tidak harus datang langsung ke LPDB-KUMKM di Jakarta menyampaikan proposalnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas