Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

HUT Kemerdekaan RI

Kisah Anak Yatim Mengaku Gagal Jadi Paskibra Karena Disingkirkan Anak Pejabat, Kini Ditawari Polres

Salah satunya Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Sitomorang juga merasa terketuk hatinya untuk memberi semangat pada Koko Ardiansyah.

Kisah Anak Yatim Mengaku Gagal Jadi Paskibra Karena Disingkirkan Anak Pejabat, Kini Ditawari Polres
Kolase TribunMadura.com (Sumber: tangkapan layar Facebook)
Koko Ardiansyah yang gagal jadi anggota Paskibraka karena kalah dengan orang dalam 

Karena saya tidak tahu kalau perwakilan kabupaten ke provinsi yang lulus hanya satu.

Saya sudah bertemu dengan Pak Kadis dan semua sudah dijelaskan.

DISINGKIRKAN ANAK PEJABAT

Kisah Koko Ardiansyah viral dan diunggah pelbagai akun media sosial termasuk Instagram @ndorobeii.

Dalam video berdurasi 6.35 detik, Koko didampingi ibunya menceritakan kisahnya.

Dalam video yang tayang sebanyak 88.439 kali tersebut dia mengaku sedih dan kecewa.

Pasalnya, dia sudah mengikuti beberapa tahapan untuk bisa mengibarkan bendera merah putih pada perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti.

Remaja yang merupakan anak yatim itu sudah melewati tes fisik dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB).

Dalam pengumuman pun namanya tertera di urutan nomor 29. Dari situ kemudian dia ikut dalam pengukuran baju dan sepatu.

Namun saat pengumuman untuk karantina, namanya sudah tidak ada lagi.

"Saat itu saya tidak tahu siapa yang menggantikan saya, sekarang saya sudah tahu siapa," katanya dalam video yang diunggah pada Selasa (13/8/2019).

Dalam video itu dia mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya.

Koko Ardiansyah pun tampak beberapa kali mengusap matanya.

Dia mengaku kalau posisinya sebagai Paskibraka digantikan oleh siswa lain anak pejabat tanpa ikut seleksi.

Kekecewaannya karena tidak bisa mendapatkan sertifikat paskibraka.

Padahal, lanjut dia, jika dia bisa menjadi anggota paskibraka di Labuhan Batu, maka untuk mendaftar menjadi anggota TNI akan menjadi gampang.

"Tapi karena gagal, mau gimana lagi. Kecewa lah," katanya.

Koko Ardiansyah pun berharap agar kejadian ini hanya menimpa dirinya saja.

Di tahun-tahun mendatang, dia berharap tidak ada orang yang mengalami hal serupa.

Koko Ardiansyah mengaku memiliki niat yang besar untuk dapat mengibarkan bendera pada 17 Agustus nanti.

"Untuk panitia, kalau bisa yang lebih adil. Kalau digantikan, gantikan yang ikut seleksi dan lebih pantas dari saya. Jangan yang tak ikut seleksi dimasukkan dalam karantina," kata Koko Ardiansyah.

(mak/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Fakta Terbaru Koko Ardiansyah yang Gagal Jadi Paskibra, Diundang Kapolres hingga Dihubungi Menpora

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas