Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Guru di Bekasi yang Pukul 2 Siswanya Telah Dinonaktifkan, Psikolog: Disiplinkan dengan Ketenangan

Terkait tindakan pemukulan guru pada siswanya, psikolog menyebutkan untuk mendisiplinkan anak harus dengan ketenangan.

Guru di Bekasi yang Pukul 2 Siswanya Telah Dinonaktifkan, Psikolog: Disiplinkan dengan Ketenangan
Yusuf Bachtiar/TribunJakarta
SMA Negeri di Kota Bekasi lokasi aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum guru. 

Ada dua orang yang seharusnya memang orangtuanya sudah dipanggil karena mereka bermasalah," kata Irna, seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (12/2/2020).

Kekerasan di Sekolah Tidak Bisa Dibenarkan

Ridwan Kamil menegaskan, tidak ada alasan apapun yang dapat dijadikan pembenaran atas aksi kekerasan yang dilakukan guru pada siswanya.

"Guru pemukul siswa di Bekasi sudah kami nonaktifkan.

"Apapun alasannya, kekerasan di sekolah oleh pihak manapun tidak bisa dibenarkan," kata Ridwan Kamil dalam unggahan Facebooknya, Jumat (14/2/2020).

Sebagai pengganti orang tua di sekolah, Ridwan Kamil menuturkan, guru semestinya dapat mendidik siswa-siswinya dengan cara yang kreatif.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Syarif Abdussalam/Tribun Jabar)

"Siswa melihat guru itu sebagai orangtua pengganti ayah ibunya di sekolah.

Sudah seharusnya siswa dididik dengan cara yang lebih kreatif ketimbang melalui kekerasan fisik," tutur Ridwan Kamil.

Ia menambahkan, guru juga harus memiliki ruang kesabaran yang lebih luas.

Pasalnya, anak didiknya tentu memiliki karakter yang berbeda-beda.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas