Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Guru di Bekasi yang Pukul 2 Siswanya Telah Dinonaktifkan, Psikolog: Disiplinkan dengan Ketenangan

Terkait tindakan pemukulan guru pada siswanya, psikolog menyebutkan untuk mendisiplinkan anak harus dengan ketenangan.

Guru di Bekasi yang Pukul 2 Siswanya Telah Dinonaktifkan, Psikolog: Disiplinkan dengan Ketenangan
Yusuf Bachtiar/TribunJakarta
SMA Negeri di Kota Bekasi lokasi aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum guru. 

"Itu kan malah bikin siswa tambah pintar," kata Adib.

Baca: UPDATE Kasus Bullying Siswi Disabilitas di Purworejo, Ganjar Fasilitasi Pindah SMP, Pelaku Diperiksa

Selain itu, menurut Adib, hukuman untuk membuat resume juga akan bermanfaat bagi anak didik.

Sementara, hukuman berupa lari lapangan atau push up juga dinilai lebih baik.

"Barangkali suruh lari, push up, itu kan olahraga yang bisa bikin anak sehat, yang penting jangan memukul," ujarnya.

Menurut Adib, sebenarnya hukuman berdiri di barisan tersendiri sudah termasuk memberi konsekuensi pada siswa-siswi.

Seorang guru yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Bekasi memukul muridnya di tengah lapangan.

Ia juga menambahkan, hukuman yang diberikan pada siswa-siswi yang berjumlah banyak justru tidak efektif.

Baca: Siswa Unjuk Rasa Bela Dirinya, Guru SMAN 12 Bekasi yang Pukul Murid Kemungkinan Bisa Mengajar Lagi

Menurutnya, siswa-siswi tersebut nantinya justru tidak merasa malu ataupun jera karena melihat banyak temannya yang juga dihukum.

"Yang dihukum jangan banyak-banyak, yang parah-parah aja," kata Adib.

Lebih lanjut, Adib pun kembali menekankan bahwa guru tidak boleh melakukan kekerasan pada anak didiknya.

Ia juga menyarankan para guru untuk dapat lebih bersabar dalam menghadapi murid-muridnya.

"Yang jelas, guru jangan sampai melakukan kekerasan seperti memukul atau menendang, harus tenang," tutur Adib.

"Namanya siswa, mereka masih belajar," lanjutnya.

Sang Guru Menyesali Perbuatannya

Seorang guru yang memukul siswanya itu diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala SMAN 12 Bekasi.

Irna menuturkan, guru berinisial I itu telah menyesali perbuatannya.

Dia mengatakan, maksud dan tujuannya memukul tak lain adalah untuk mendidik siswanya.

Aksi demo berujung haru & bentangan spanduk 'Pak Idi Tak Bersalah' mengiringi Guru SMAN 12 Bekasi yang pukuli siswanya keluar sekolah.
Aksi demo berujung haru & bentangan spanduk 'Pak Idi Tak Bersalah' mengiringi Guru SMAN 12 Bekasi yang pukuli siswanya keluar sekolah. (Youtube Kompas TV)

"Dia bilang ke anak murid kalau telat itu jangan congkak. Dia juga janji tidak akan melakukan perbuatannya lagi," kata Irna.

Irna juga menyampaikan bahwa I langsung meminta maaf di hadapan murid-muridnya setelah melakukan pemukulan itu.

"Setelah itu dia minta maaf. Sebelum viral loh ya minta maafnya," ujar Irna.

Meskipun telah meminta maaf, I tetap dicopot dari jabatan wakil kepala sekolah.

Sanksi itu diberikan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat.

"Beliau sudah dinonaktifkan... sudah ada SK dari Jawa Barat. Kan dia tugasnya sebagai wakil kesiswaan," ucap Irna.

Lebih lanjut, Irna mengatakan, I dikenal temperamental.

Meski demikian, kata Irna, I sosok yang sangat disiplin.

Karena itulah, dia diberi tugas menangani kesiswaan.

I juga dinilai pintar dalam memberi materi pelajaran.

"Beliau itu bagus orangnya, sangat pandai, dan beliau termasuk penulis buku, terutama di bidang beliau, yaitu geografi dan sosiologi," kata Irna.

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta) (Kompas.com/Cynthia Lova)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru Pukul Murid, Jabatan Wakil Kepala Sekolah Pun Dicopot"

Ikuti kami di
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas