Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tragedi Susur Sungai

Keluarga Tersangka Susur Sungai SMPN 1 Turi Dapat Teror di Medsos: Sang Anak Sampai Takut ke Sekolah

Teror dan ujaran kebencian di media sosial juga diterima oleh kedua anak IYA yang masih berusia 12 tahun dan 11 tahun.

Keluarga Tersangka Susur Sungai SMPN 1 Turi Dapat Teror di Medsos: Sang Anak Sampai Takut ke Sekolah
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
TERSANGKA. Polisi menunjukkan tiga orang tersangka inisial IYA, DDS dan R dalam kasus kegiatan susur sungai siswa SMP N 1 Turi berujung maut di Mapolres Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (25/2/2020). Pihak kepolisian sampai saat ini telah menetapkan tiga orang tersangka yang ketiganya merui[akan guru pembina kegiatan Pramuka di SMP N 1 Turi dengan sangkaan telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka. 

Laporan Wartawan Tribunjogja.com, Marutia HS

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Rabu siang (26/2/2020), kediaman IYA, tersangka kasus susur sungai SMPN 1 Turi di Sungai Sempor Sleman tampak sepi.

Rumah bercat merah-oranye itu dikabarkan sudah ditinggalkan oleh istri dan kedua anak IYA yang selama ini tinggal di sana, sejak Jumat malam (21/2/2020) lalu.

Kakak ipar IYA, saat ditemui Tribunjogja.com (Tribunnews.com Network) menuturkan hal itu dilakukan untuk alasan keamanan istri dan kedua anak IYA.

Pihak keluarga, katanya, memindahkan istri dan anak IYA ke rumah keluarga yang lain.

Baca: Tersangka Tragedi Susur Sungai Minta Maaf, Ini Alasannya Jadikan Sungai Lokasi Outbond

Baca: Kronologi Penangkapan Suami yang Bunuh Istri Sendiri di Depan Anak-Anak Mereka di Sidoarjo

Baca: Anwar Ibrahim Merasa Dikhianati, Sang Istri Justru Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Baca: Pengakuan Murid yang Dipaksa Makan Kotoran Manusia: Jijik, Tapi Pasrah karena Tak Bisa Melawan


Menurut R (36), kakak kandung dari istri IYA, mengatakan pemindahan tersebut dilakukan karena sejak insiden susur sungai SMPN 1 Turi Jumat lalu, mereka mendapat berbagai macam teror, baik melalui telepon, pesan teks, dan media sosial.

R menceritakan bentuk teror kepada adiknya itu, misalnya ada seseorang yang menelepon mengaku berasal dari pihak yang berwenang dan mengatakan bahwa suaminya menjadi buronan.

TERSANGKA. Polisi menunjukkan tiga orang tersangka  inisial IYA, DDS dan R dalam kasus kegiatan susur sungai siswa SMP N 1 Turi berujung maut di Mapolres Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (25/2/2020). Pihak kepolisian sampai saat ini telah menetapkan tiga orang tersangka yang ketiganya merui[akan guru pembina kegiatan Pramuka di SMP N 1 Turi dengan sangkaan telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka.
TERSANGKA. Polisi menunjukkan tiga orang tersangka inisial IYA, DDS dan R dalam kasus kegiatan susur sungai siswa SMP N 1 Turi berujung maut di Mapolres Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (25/2/2020). Pihak kepolisian sampai saat ini telah menetapkan tiga orang tersangka yang ketiganya merui[akan guru pembina kegiatan Pramuka di SMP N 1 Turi dengan sangkaan telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Teror dan ujaran kebencian di media sosial juga diterima oleh kedua anak IYA yang masih berusia 12 tahun dan 11 tahun.

"Banyak DM (pesan langsung) yang masuk ke Intagram anak-anak dan ibunya. Hingga ada yang mencomot foto mereka di media sosial. Bahkan foto mereka sekeluarga sudah tersebar. Sejak saat itu kami langsung menyuruh mereka menutup semua akun media sosial," papar R kepada Tribunjogja.com.

Anak Tak Berani ke Sekolah

Halaman
1234
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas