Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Eks Wali Kota Solo Menangis saat Ditanya Kenangan Tak Terlupakan Bersama Mega, Pernah Lakukan Ini

Eks Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menangis saat ditanya soal kenangan tak terlupakan bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Eks Wali Kota Solo Menangis saat Ditanya Kenangan Tak Terlupakan Bersama Mega, Pernah Lakukan Ini
Instagram/fx.rudyatmo
FX Hadi Rudyatmo membagikan kegiatannya setelah tak menjabat sebagai Wali Kota Solo. 

Kembali Jadi Tukang Las

Baru sehari tak menjabat Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengerjakan kesibukan yang tidak biasa.

Tidak di atas meja, tetapi justru melakukan hal unik sehingga beda 360 derajat dengan sosok mantan orang nomor satu di Kota Bengawan itu.

Ya, biasanya pakai jas, kemeja hingga sepatu kulit.

Tapi kini tampak beda saat ditemui TribunSolo.com, Rudy sapaan akrabnya kaus berkerah, celana kolor dan sandal jepit.

Lantas apa yang dilakukan pria yang masih jadi Ketua DPC PDIP Solo itu?

Rudy ternyata tengah melakoni pekerjaan sebagai tukang las.

Dia tengah mengerjaan proyek di bengkel las yang sudah dirintis bersama rekannya.

Lokasi bengkel tersebut berdekatan dengan rumahnya di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres.

Baca juga: Rudy Pilih Kembali Jadi Tukang Las setelah Tak Jabat Wali Kota Solo: Ini Bukan Pekerjaan Asal-asalan

Saat itu Rudy mengelas tandon air pesanan orang sembari menggunakan kacamata khas las dan tampak lihai.

Pesanan tersebut nantinya akan digunakan untuk dipasang di pinggir sungai.

Bahkan dengan terang-terangan, Rudy menegaskan setelah purna tugas tidak perlu gengsi atau khawatir dengan pekerjaan lain.

"Gak usah gengsi, tidak turun derajat, tidak ada," aku dia kepada TribunSolo.com, Kamis (18/2/2021).

Menurut Rudy, hidup ini yang penting bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

"Yang penting urip kui urup (hidup itu menyala)," jelas Rudy.

Dia juga memiliki prinsip, jika dulu sebagai Wali Kota Solo adalah pelayan masyarakat.

Menurut di, bila ada pejabat seperti wali kota atau gubenur gengsi untuk bekerja di masyarakat berarti bukan pelayan masyarakat, tetapi bersifat penguasa.

"Karena saya pelayanan masyarakat," aku dia.

Baca juga: Mantan Wali Kota Solo Jadi Tukang Las, Rudy: Nggak Usah Gengsi, Tidak Turun Derajat

Bahkan dia menyatakan keluarganya tidak mempermasalahkan apapun pekerjaannya setelah 'pensiun' menjadi Wali Kota Solo.

Rudy mengatakan, sampai saat ini tidak ada protes dari keluarga terkait pekerjaannya.

Entah apakah jadi tukang las, tukang kayu dan lain sebagainya.

"Keluarga mendukung, tidak ada yang larang, yang penting halal," tuturnya.

Di sisi lain, Rudy merasa masih memiliki utang kepada masyarakat.

Utang tersebut adalah mengambil ijazah untuk masyarakat tidak mampu.

"Masih utang tentang masyarakat kecil, lemah, miskin dan tertindas," terang dia.

Menurut dia, soal mengambil ijazah anak yang tidak mampu ini penting karena mereka anak tidak berdosa yang terkena dampak.

"SPP tanggung jawab orang tua, sehingga ijazah ditahan," papar dia.

Dia menekankan, bila ijazah ditahan anak tersebut tidak akan bisa melanjutkan kuliah atau untuk mendaftar kerja.

"Itu yang perlu ditekankan," ungkapnya.

(TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Satu Pertanyaan yang Buat Eks Wali Kota Solo FX Rudy Menangis, Benarkah Pernah Lakukan ini Pada Mega

Ikuti kami di
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas