Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

6 Rampok Bercadar, Bersenjata Api dan Bercelurit Satroni Markas Damkar Godean

Momen 6 rampok bercadar bawa senjata api dan celurit satroni markas Damkar Godean, Komandan Regu disekap

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 6 Rampok Bercadar, Bersenjata Api dan Bercelurit Satroni Markas Damkar Godean
ist/TribunJogya/Ahmad Syarifudin
Ilustrasi perampokan dan Kantor Damkar Sleman yang berada di wilayah Godean terlihat sepi pasca insiden perampokan yang terjadi Jumat (13/9/2024) dinihari 

Triyono, yang seorang diri tak bisa melawan, karena kawanan perampok membawa senjata api dan celurit.

Triyono yang mulutnya dilakban, oleh pelaku diseret ke pojok ruangan, pakaian dilucuti dan dihujani pukulan.

"Keterangan dari Pak Triyono, dugaan pelakunya ada enam orang," kata Burhan, petugas damkar yang malam itu piket menemani Triyono.

Saat kejadian perampokan, Burhan, Dedi dan Rizky sedang perjalanan menuju lokasi permintaan evakuasi ular di Jomboran, Sendangagung, Minggir.

 

Laporan Aneh

Malam itu, menurut Burhan, ada yang aneh dari laporan kedaruratan, yang belakangan diketahui fiktif, karena di dekat lokasi kejadian sepi.

Bahkan, begitu hampir sampai di titik yang disharelock, Burhan tiba-tiba mendapat telepon dari Mako Induk Damkar Sleman jika pelapor telah menyampaikan jika ular sudah terkondisi oleh warga yang sedang ronda.

Rekomendasi Untuk Anda

Burhan mengaku sedikit aneh dengan pelapor kedaruratan itu.

Karena di lokasi kejadian, malam itu Ia mendapati kondisinya sepi, tidak tampak ada keramaian warga yang sedang ronda.

Nomor handphone pelapor yang meminta pertolongan juga mendadak tidak bisa dihubungi.

Baca juga: ART di Makassar Ngaku Jadi Korban Perampokan, Ternyata Curi Perhiasan Majikan

Burhan dan kedua temannya, kemudian kembali ke Mako Godean.

Sesampainya di markas Godean, Burhan mendapati Triyono bertelanjang dada, bagian leher terkalung lakban dan beberapa tubuhnya luka lebam.

Saat itulah dia mendapatkan cerita dari Triyono jika markas telah disatroni rampok.

"Dari keterangan sementara Pak Triyono, pelaku membawa senpi sama celurit. Senpi ditodongkan di bagian sini (belakang telinga) terus," katanya.

 

Kata Polisi

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas