Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Update Pasca Erupsi Gunung Lewotobi: Rumah Diterjang Material Panas hingga Perkampungan 'Memutih'

Beruntung batu yang disebut warga berwarna merah menyala saat awal kejadian itu tidak menghantam rumah penduduk.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Update Pasca Erupsi Gunung Lewotobi: Rumah Diterjang Material Panas hingga Perkampungan 'Memutih'
TribunFlores.com
Abu vulkanik selimuti pemukiman warga di Hokeng, kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT pasca Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus. 

Gunung Lewotobi Laki-laki yang kini berstatus Level IV (Awas) sangat jelas terlihat. 

Puncak gunung semakin terbuka lebar menghadap ke Desa Klatanlo, Dulipali, dan Hokeng Jaya.

Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi di NTT, BNPB: 10 Orang Meninggal, 10.295 Jiwa Terdampak

Dilihat dengan mata telanjang, bentuk puncak gunung mirip kuali. 

Kepulan asap tebal masih keluar dari kawah gunung tersebut. 

Ada pula asap dari celah-celah kecil di bagian bawah kawahnya.

Korli Kolin (49), korban terdampak erupsi asal Desa Hokeng Jaya, mengatakan dasar lubang itu masih panas karena terdapat kepulan asap yang muncul dari dalamnya.

"Di dalam masih panas. Kemarin (Senin, 4 November) itu asap ngepul dari dalam. Ini pasti batu panas yang dilontarkan gunung," katanya.

Bencana dahsyat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Florer Timur, Nusa Tenggara Timur membuat kampung di sana porak-poranda.
Bencana dahsyat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Florer Timur, Nusa Tenggara Timur membuat kampung di sana porak-poranda. (TRIBUNNEWS)
Rekomendasi Untuk Anda

Dia bersyukur material panas sebesar itu tidak menghantam rumah warga. 

Meski begitu, ada sejumlah rumah di lokasi lain yang dihantam material serupa hingga menyebabkan kerusakan parah.

Selain di tempat itu, masih ada kubangan lain di Desa Klatanlo dan Dulipali. 

Jumlahnya bisa mencapai belasan lubang terlihat jelas di jalan antar desa dan Jalan Trans Flores.

"Ada yang di pinggir jalan, sebagian aspal rusak parah," ceritanya.

Menurutnya, bencana erupsi pada Minggu itu menjadi letusan terbesar setelah peristiwa di bulan Desember 2023 dan Januari 2024 lalu.

Ledakan dahsyat disusul hujan batu, kerikil, dan pasir masih menjadi trauma bagi dirinya bersama semua warga. 

Mereka pasrah saat bertahan dalam rumah, sebelum akhirnya bisa menyelamatkan diri.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas