Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Giri Pegawai yang Banting Setir Jadi Petani, Tanam Sawit Secara Otodidak

Tapi justru profesi inilah yang akhirnya membawa keberkahan bagi kehidupan Giri dan keluarga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: willy Widianto
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Cerita Giri Pegawai yang Banting Setir Jadi Petani, Tanam Sawit Secara Otodidak
HandOut/IST
Agus Sugiri petani kelapa sawit menghadiri penyuluhan yang dilakukannya lewat program Agrosolution Pupuk Kaltim. 

Lewat program MAKMUR dan Agrosolution, Pupuk Kaltim menciptakan ekosistem pertanian mandiri yang meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Program ini fokus pada pemberdayaan petani dengan melakukan pendampingan intensif dan sarana produksi, membantu akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta jaminan pasar untuk hasil pertanian.

Bersama tim Pupuk Kalimantan Timur, kini Giri aktif melakukan rangkaian penyuluhan dan pendampingan kepada sekitar 37 kios binaan di 51 kecamatan di wilayahnya dibantu juru kunci Program Agrosolution Staff Agronomis Sandy Anggara Putra dalam Budidaya Tanaman Perkebunan maupun Product Knowledge. 

Hasilnya, petani binaannya bisa semakin berkembang dalam mengelola lahan pertaniannya.

“Petani di sini juga lebih percaya karena yang mendampingi langsung petugas dari Pupuk Kaltimnya. Semua informasi yang disampaikan juga sangat bermanfaat. Setiap dua bulan sekali juga saya selalu berkomunikasi dengan setiap petani binaan untuk mengetahui perkembangan mereka,” lanjut Giri yang berharap akan semakin banyak generasi muda yang merambah profesi menjadi petani di masa depan.

“Petani itu adalah kunci kemakmuran negeri. Kita punya lahan, punya tanaman, tapi kalau tidak ada petani, tidak mungkin,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, bersyukur karena kehadiran program Agrosolution dan MAKMUR bisa benar-benar membawa kemajuan yang nyata di kalangan petani.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejak awal, Pupuk Kaltim berkomitmen mendukung peningkatan produktivitas petani melalui edukasi dan pendampingan.

"Alhamdulillah, hingga November 2024, program MAKMUR dan Agrosolution telah mencakup 12.000 hektar lahan dengan 2.000 petani, termasuk Pak Giri dan binaannya wilayah Kalimantan Barat Perbatasan 3.000 hektar lahan, Kalimantan Tengah 9.000 hektar lahan yang terdaftar dalam aplikasi Ifarms di program Agrosolution PT Pupuk Kalimantan Timur serta memiliki drop point di 20 titik di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan dan Sukamara, Kalimantan Tengah," kata Budi.

Baca juga: Menko Airlangga Dorong Limbah Kelapa Sawit Disulap Jadi Sumber Energi Alternatif

"Kedepannya, kami berharap akan semakin banyak petani yang merasakan manfaat program Agrosolution PT Pupuk Kalimantan timur ini, meningkatkan produktivitas lahan dengan pupuk tepat guna, serta mewujudkan pertanian mandiri,” tutup Budi.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas