Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menkes Budi Gunadi: Bayi Bergejala Stunting Harus Diberikan Protein Hewani

Menkes Budi Gunadi Sadikin menuturkan bayi yang diidentifikasi bergejala stunting bisa dilakukan intervensi dengan pemberian protein hewani.

Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Menkes Budi Gunadi: Bayi Bergejala Stunting Harus Diberikan Protein Hewani
Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rakernas BKKBN, Rabu (25/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan bayi yang diidentifikasi bergejala stunting bisa dicegah.

Menurutnya, pemberian protein hewani dianjurkan agar bayi tersebut tidak mengalami stunting.

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Kejar Target Angka Stunting Nasional Turun ke Level 17 Persen Tahun Ini

“Kalau dia (bayi) bergejala stunting harus diberikan protein hewani sedangkan kalau bayi sudah stunting harus dikirim ke rumah sakit daerahnya dan dipegang oleh dokter anak,” kata Menkes saat virtual conference sosialisasi kebijakan intervensi percepatan penurunan stunting tahun 2023, Jumat (3/2/2023).

Menkes Budi mengatakan cara pengukuran bayi bergejala atau tidak bisa dilakukan dengan timbangan.

Dia menekankan para ibu harus memiliki edukasi khususnya untuk bayi berusia 6-24 bulan yang berisiko tinggi stunting.

“Program yang harus dilakukan dengan imunisasi terutama nanti kita dorong vaksin rotavirus sama vaksin PCV,” ucap Menkes.

Baca juga: Seperti Negara Maju, Menkes Berambisi DKI Jakarta Level Stunting Berada di Angka Lima Persen

Rekomendasi Untuk Anda

Menkes mengatakan imunisasi adalah upaya untuk menghindari infeksi yang paling umum dialami bayi seperti penyakit pneumonia dan diare.

Menkes menekankan bahwa imunisasi menjadi hal penting bagi bayi agar kemudian tidak jatuh ke stunting.

Lebih lanjut, dia mengingatkan bayi-bayi di bawah enam bulan harus mendapat ASI eksklusif.

“ASI eksklusif itu harus benar-benar dipastikan,” imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas