Tribun Sport

Yuzu Isotonic Akmil Open 2021 Sediakan Total Hadiah Sebesar Rp 270 Juta

Membaiknya kondisi dan aktivitas masyarakat menjadi momentum yang tepat guna memutar kembali roda ekosistem bulutangkis nasional.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Yuzu Isotonic Akmil Open 2021 Sediakan Total Hadiah Sebesar Rp 270 Juta
Lusius Genik/Tribunnews.com
Yuzu Isotonic Akmil Open 2021 

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Membaiknya kondisi dan aktivitas masyarakat menjadi momentum yang tepat guna memutar kembali roda ekosistem bulutangkis nasional.

Hal tersebut mendasari Yuzu Isotonic bekerjasama dengan Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah menyelenggarakan kejuaraan bertajuk Yuzu Isotonic Akmil Open 2021.

Turnamen berskala nasional ini akan diselenggarakan di dua arena, yakni GOR Djarum Magelang dan GOR Soeroto Akademi Militer mulai Kamis, 28 Oktober hingga Minggu, 7 November 2021.

Head of Marketing Yuzu Isotonic, Bambang Hartono mengatakan, Yuzu Isotonic Akmil Open 2021 merupakan pelepas dahaga setelah lebih dari 1,5 tahun seluruh turnamen olahraga terhenti akibat pandemi.

Untuk itu, ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi ajang pembuktian diri dan mewujudkan mimpi para atlet muda dalam meniti tangga prestasi di kancah bulutangkis nasional.

Tak tanggung-tanggung, Yuzu Isotonic menggelontorkan total hadiah sebesar Rp 270 juta untuk para kampiun kejuaraan ini.

“Yuzu Isotonic Akmil Open 2021 menjadi wadah bagi atlet muda dalam menyalurkan bakat dan kemampuannya di dunia bulutangkis. Semoga para atlet yang berpartisipasi merasa lebih termotivasi untuk tidak hanya berani bermimpi tetapi juga berani untuk mewujudkan mimpinya dan meraih prestasi setinggi-tingginya, khususnya di cabang bulutangkis,” ungkap Bambang.

Pelaksanaan Yuzu Isotonic Akmil Open 2021 tak lepas dari dukungan besar yang diberikan oleh Akademi Militer Magelang.

Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal TNI Candra Wijaya menuturkan sejatinya turnamen ini merupakan rangkaian dari perayaan HUT ke-64 lembaga pendidikan TNI Angkatan Darat tersebut.

“Bulutangkis merupakan olahraga yang dicintai masyarakat dan telah membawa harum nama bangsa di mata dunia. Atas dasar hal tersebut, sudah selayaknya kita memutar kembali kompetisi di level nasional guna mempersiapkan atlet-atlet muda berbakat agar tetap mampu bersaing dengan negara kuat lainnya seperti China, Malaysia, Denmark hingga Korea yang selama ini mendominasi bulutangkis tingkat dunia,” ujar Candra.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas