Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Rieke: Pil Pahit Kenaikan Harga BBM Ibarat Jamu

Memohon agar pemerintah pusat ikut mendorong lahirnya upah layak bagi pekerja.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Rieke: Pil Pahit Kenaikan Harga BBM Ibarat Jamu
Super Ball/Feri Setiawan
Politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka. 

Rata-rata pertumbuhan ekonomi 5,1% - 5,3% pada kuartal I tahun 2014. Jangan sampai presentasi kenaikan upah dipaksakan sama dengan prosentase pertumbuhan ekonomi. Kenaikan BBM Rp.2000/liter (naik sekitar 30%). Kenaikan upah harus berdasarkan survey pasar terhadap kebutuhan pokok dan komponen hidup layak yang juga terimbas kenaikan BBM.

4.Pengalihan dana subsdi BBM kepada program lain kiranya harus diawasi semua pihak agar tidak menjadi "bancakan pemburu rente". Tidak boleh terulang lagi pengurangan subsidi BBM dan kompensasi kenaikan BBM justru berarti meningkatnya jumlah rakyat miskin seperti yang terjadi pada tahun 2005 dan 2008.

PIL PAHIT KENAIKAN HARGA BBM JANGAN JADI RACUN YANG MEMISKINKAN RAKYAT DAN MALAH JADI MADU BAGI PEMBURU RENTE.

Demikian pernyataan ini saya buat semata sebagai upaya perjuangan untuk tetap berdiri di bawah kehendak konstitusi, UUD 1945. Kehendak untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat berkeadilan sosial.

Jakarta, 18 November 2014

Salam Juang

Rieke Diah Pitaloka/Politisi PDI Perjuangan

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas