Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Virus dan Forelius Pusillus (The King of Lip Service)

Ketika BEM UI meng-upload kritikan bergambar Jokowi dengan tulisan The King of Lip Service yang langsung viral. Apa yang sebenarnya Jokowi inginkan?

Virus dan Forelius Pusillus (The King of Lip Service)
Foto: Sekretariat Presiden
Joko Widodo 

Oleh Xavier Quentin Pranata*

Seorang petani memeriksa rumahnya yang habis terbakar. Siapa tahu masih ada barang berharga yang bisa dia dapatkan. Saat mengais-ngais tumpukan barang yang menghitam dan masih mengepul, tiba-tiba dia mendengar suara ciapan anak ayam.

Saat dia dekati, petani itu menemukan gundukan daging yang menghitam. Ketika dibalikkan, dia menemukan beberapa piyek dengan tubuh penuh jelaga dan gemetaran menciap lemah.

Hatinya luruh.  Air mata menggenang. 

Rupanya induk ayam itu menjaga anak-anaknya dari api sampai dia sendiri mati terbakar. Keajaiban Tuhan! Sejenis semut di Brasil, forelius pusillus, mempunyai naluri untuk melindungi yang sama dengan induk ayam itu. Setiap malam, beberapa ekor di antaranya melakukan apa yang disebut "pre-emptive defensive self-sacrifice".

Baca juga: BEM UI Unggah The King of Lip Service, Curhat Jokowi Dibilang Otoriter Sampai Bapak Bipang

Baca juga: New Normal, Budaya Malu, dan Berita Nyesek Slavoj Žižek

Setelah saudara-saudaranya masuk ke liang menjelang malam hari, sekumpulan kecil semut itu menutup lubang, sehingga keluarganya aman dan nyaman di dalam sarang. Bagaimana nasib mereka? Mati mengenaskan diterkam kekejaman malam yang seringkali bersuhu ekstrem. Dua kisah binatang di atas menunjukkan meskipun dianggap ciptaan di bawah manusia, ternyata menunjukkan ketulisan hati yang ironisnya sering menghilang dari primata prima bernama manusia. Dalam film Transformer, Primus Prime yang dianggap lebih punya hati terhadap autobots rakyatnya ketimbang sebagian pemimpin dunia, padahal, dia adalah robot ‘besi’ yang mati dan tak berjiwa.

Tanda-tanda nir kepedulian itu, ada di sekitar kita. Di tengah menggilanya kembali covid-19 varian Delta, masih ada saja banyak yang mempercayai hoaks. Teori konspirasi terus-menerus jadi narasi. Saat Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit mencapai titik puncaknya dan tenaga medis terus-menerus terpapar dan terkapar, bahkan sampai meninggal dunia, masih ada orang yang bukan saja apati, tetapi juga antipati terhadap vaksinasi. Bukankah mereka seperti induk ayam dan semut forelius pusillus yang bekerja dengan tulus bagi kita?

“Jika tidak bisa membantu, jangan mengganggu.” Ungkapan bijak yang pernah populer itu bisa kita jadikan kompas pribadi dalam mengatasi pandemi.

Jangan Mengganggu

Gangguan itu bisa berupa tindakan nekad yang menerobos dan menerabas pagar protokol kesehatan yang pemerintah lakukan. Bisa nyinyir, bahkan memelintir kebijakan pemerintah bahkan sebelum membaca draft-nya. Penegakan disiplin dianggap pengalihan isu terhadap kasus yang lebih besar.

Halaman
123
Editor: Yudie Thirzano
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas