Ia menyebut kondisi ini bisa berdampak langsung pada rupiah.
"Di mana-mana pada saat saham-saham naik, ya pasti dampaknya terhadap pelemahan mata uang rupiah," ucap Ibrahim.
"Jadi kalau IHSG itu sampai di 10 ribu ya bisa saja rupiahnya ke Rp 18 ribu," sambungnya.
Selain itu, Ibrahim mengkritik keputusan Purbaya memindahkan dana kas negara sebesar Rp 276 triliun ke bank-bank Himbara, sebelum kemudian menarik kembali Rp 76 triliun.
"Rupanya sampai saat ini ini cuma strategi politik ya cuma mengendapkan dana di Bank Himbara, kemudian dibalikin lagi. Itu kan strategi politik dan pasar itu melihat seperti itu," ujar Ibrahim.
Dia bilang, ketika dana tersebut diturunkan dari BI ke Bank Himbara, hanya saham Bank Mandiri yang naik, sedangkan saham lainnya terpukul.
"Itu artinya pelaku pasar tahu apa yang dilakukan, skenario politik yang dilakukan oleh Purbaya ini. Ya sudah bisa ditebak oleh pasar, sehingga pasar apatis. Wajar kalau rupiah melemah," ucap Ibrahim.
Baca tanpa iklan