UE yang optimis memperkirakan blok tersebut akan menyetujui serangkaian kemungkinan sanksi pada 24 Januari, pada pertemuan para menteri luar negeri berikutnya. Tapi itu jauh dari jaminan.
Sejumlah negara Uni Eropa sedang membicarakan tentang dampak sanksi pada ekonominya masing-masing. Brussel biasanya membahas pembagian beban, tetapi hasil dari negosiasi itu mungkin tidak menyenangkan semua orang.
Ada juga kekhawatiran luas di negara-negara UE tentang pasokan gas dari Rusia.
Apalagi mengingat harga yang sudah begitu tinggi untuk rumah tangga Eropa musim dingin ini.
Washington mengatakan sedang mencari cara untuk mengurangi dampak pada pasokan energi.
Ia ingin mempercepat UE untuk menyetujui posisi tegas mengenai sanksi.
Namun tahu bahwa soal kebijakan luar negeri, persetujuan harus bulat di antara negara-negara anggotanya.
Washington menegaskan mereka tidak bisa lagi membuang waktu, karena Kremlin sedang mempertimbangkan operasi "bendera palsu", "menyusun rencana mengambil opsi mengarang dalih untuk invasi" - yaitu menyalahkan Ukraina atas serangan yang akan dilakukan Rusia.
Peringatan Polandia
Belum lama ini, Menteri luar negeri Polandia memperingatkan Perang Eropa yang lebih besar dibanding yang telah terjadi dalam 30 tahun terakhir bisa terjadi.
Berbicara di depan utusan dari 57 anggota Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), Menteri Luar Negeri Polandia Zbigniew Rau tidak menyebut nama Rusia.
"Tampaknya, risiko perang di wilayah OSCE sekarang lebih besar daripada sebelumnya dalam 30 tahun terakhir," kata Rau dalam pidato yang menguraikan prioritas negaranya saat memegang jabatan ketua bergilir OSCE tahun ini.
"Selama beberapa minggu terakhir, kami telah dihadapkan dengan prospek eskalasi militer besar di Eropa Timur," ungkapnya, seperti dikutip Reuters.
Polandia adalah salah satu anggota NATO yang paling hawkish dalam menghadapi apa yang mereka lihat sebagai ambisi revisionis Rusia di Eropa Timur.