News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rubio dan Witkoff akan Menjamu Delegasi Ukraina di Florida, Bahas Proposal AS-Rusia

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZELENSKY DAN TRUMP - Gambar diambil dari Facebook The White House, Rabu (16/7/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) bertemu di Gedung Putih pada 28 Februari 2025. Pada 30 November 2025, delegasi Ukraina pergi ke AS untuk menegosiasikan proposal yang disusun AS-Rusia.

"Masih ada beberapa poin sulit yang perlu disepakati," tambahnya. 

Ia menjelaskan bahwa masih ada banyak tekanan terhadap Ukraina namun Zelensky tidak akan menyetujui syarat perdamaian yang merugikan negaranya.

"Bagaimanapun, meskipun ada tekanan, presiden tidak akan menandatangani atau menyetujui apa pun yang bertentangan dengan kepentingan Ukraina," kata Andriy Yermak.

Baru-baru ini diketahui bahwa Andriy Yermak tidak ikut serta dalam rombongan delegasi Ukraina ke Florida setelah berita penggeledahan apartemennya terkait dugaan korupsi.

  • 2 Kapal Tanker Dihantam Drone Laut Ukraina 

Seorang pejabat Ukraina melaporkan bahwa drone angkatan laut Ukraina berhasil menghantam dua kapal tanker yang beroperasi di bawah sanksi di Laut Hitam pada hari Sabtu.

Kedua kapal tanker itu dikabarkan bergerak menuju ke pelabuhan Rusia untuk memuat minyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri ketika serangan terjadi.

"Kedua kapal tanker minyak, yang diidentifikasi sebagai Kairos dan Virat, kosong dan berlayar ke Novorossiysk, terminal minyak utama Rusia di Laut Hitam," kata pejabat itu.

Serangan terhadap kapal tanker tersebut merupakan jenis serangan yang berbeda.

Selama berbulan-bulan, Ukraina telah menyerang kilang minyak Rusia dan kapal-kapal yang disebut "armada bayangan" yang berlayar untuk kepentingan ekonomi minyak Rusia demi menghindari sanksi.

  • Tuduh Rusia Langgar Perbatasan, Moldova Tutup Wilayah

Moldova menutup wilayah udaranya selama sekitar satu jam semalam setelah serangan pesawat nirawak yang dikecam presidennya pada hari Sabtu.

Negara tetangga Ukraina itu menuduh Rusia terbang melintasi negaranya untuk menyerang Ukraina. 

Awal pekan ini, Moldova mengatakan sebuah pesawat nirawak jatuh di wilayahnya, dengan total enam pesawat nirawak terbang di atas wilayahnya.

Kementerian Pertahanan Moldova mengatakan wilayah udara telah ditutup selama kurang lebih satu jam 10 menit tepat sebelum pukul 23.00 waktu setempat pada hari Jumat.

Tindakan darurat itu diambil setelah dua pesawat nirawak tak dikenal terbang secara ilegal di atas wilayah Moldova, yang mengancam keselamatan penerbangan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini