News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Thailand Vs Kamboja

Ibu dan Bayinya Sembunyi di Selokan Hindari Tembakan Tentara Thailand

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERLINDUNG DI SELOKAN - Sambil menggendong bayinya, seorang ibu di perbatasan Kamboja-Thailand berlindung di selokan dari perang kedua negara. /Video Khmer Times

TRIBUNNEWS.COM, THAILAND -  Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja mengatakan serangan militer Thailand selama dua hari di wilayah perbatasan telah menewaskan tujuh warga sipil Kamboja dan melukai 20 orang  lainnya.

Letnan Jenderal Maly Socheata, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional, mengatakan laporan awal dari otoritas provinsi setempat mengonfirmasi bahwa pasukan Thailand melepaskan tembakan ke wilayah sipil sejak Senin kemarin hingga pagi ini, Selasa (12/8/2025).

Thailand juga mengerahkan jet tempur F-16 dan tank ke perbatasan dua negara.

Media Khmer Times,  serangan tersebut terjadi pagi tadi dan  mengakibatkan tujuh korban tewas dan 20 orang luka-luka.

"Itu tindakan tidak manusiawi dan brutal yang menargetkan penduduk sipil," demikian Maly Socheata.

Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja menyebut serangan militer Thailand tersebut merupakan "pelanggaran nyata" terhadap perjanjian gencatan senjata dan deklarasi perdamaian bersama yang ditandatangani antara Kamboja dan Thailand pada 26 Oktober 2025 lalu.

Dalam deklarasi itu disaksikan oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN.

Roket Kamboja Gempur Thailand

Sementara Bangkok Post menulis roket Kamboja, pesawat tanpa awak bunuh diri, dan peluru artileri menghantam tiga provinsi timur laut Thailand pada Selasa pagi, menurut laporan Wilayah Angkatan Darat ke-2.

Roket Kamboja ditembakkan dari peluncur roket ganda BM-21, dimulai sekitar pukul 4.50 pagi.

Selasa pagi, Laksamana Muda Surasant Kongsiri, juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand  mengatakan Kamboja terus-menerus memprovokasi dengan menembakkan senjata dan menanam ranjau darat.

Thailand tidak dapat lagi menoleransi provokasi terus-menerus ini dan harus merespons.

"Operasi militer Thailand akan terus berlanjut hingga Kamboja menunjukkan keinginannya akan perdamaian," kata Laksamana Muda Surasant.

Puluhan ribu warga mengungsi

Perang Thailan dengan Kamboja menyebabkan ribuan warga yang tinggal di perbatasan dua negara memilih mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Warga Kamboja di perbatasan mengungsi ke  provinsi Siem Reap.

Pasukan Thailand terus melepaskan tembakan melintasi perbatasan, menggunakan berbagai jenis amunisi berat, yang memicu kekhawatiran di kalangan penduduk dan otoritas yang memantau situasi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini