Invasi Rusia memicu respons keras dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya. Berbagai sanksi ekonomi dijatuhkan terhadap Rusia, sementara Ukraina memperoleh dukungan militer dan bantuan finansial dalam jumlah besar dari Barat.
Hingga saat ini, sengketa wilayah dan kepentingan strategis kedua belah pihak masih menjadi hambatan utama dalam proses perundingan damai. Amerika Serikat pun tetap memainkan peran sentral dalam berbagai upaya diplomatik untuk menekan eskalasi konflik dan mendorong penyelesaian damai, berikut kumpulan berita terbaru.
-
Utusan Utama AS Tak Akan Hadiri Pertemuan Lanjutan di Abu Dhabi
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan utusan utama Presiden Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang menghadiri putaran pembicaraan sebelumnya, tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan akhir pekan di Abu Dhabi.
Di Moskow, dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Kirill Dmitriev, utusan khusus Putin, akan melakukan perjalanan ke Miami pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 untuk pertemuan dengan anggota pemerintahan Trump.
-
Intensitas Serangan Rusia Menurun
Menjelang kemungkinan pembicaraan, terjadi penurunan yang signifikan dalam serangan antara Rusia dan Ukraina.
Sementara Ukraina terus mengalami salah satu musim dingin terdingin dalam beberapa dekade, dengan banyak orang hidup tanpa listrik dan pemanas.
Ibu kota Ukraina, Kyiv, bersiap menghadapi gelombang dingin yang sangat ekstrem mulai hari Minggu, dengan suhu diperkirakan turun hingga -26°C.
Zelenskyy mengatakan dia menunggu untuk melihat apakah Rusia akan mematuhi usulan jeda serangan terhadap kota-kota dan infrastruktur energi Ukraina.
Pada hari Jumat, Zelenskyy mengatakan tidak ada perjanjian gencatan senjata formal antara Ukraina dan Rusia, tapi Zelenskyy mengatakan Kyiv akan menghentikan serangan tersebut jika Moskow melakukan hal yang sama.
Zelenskky mencatat pada hari Jumat bahwa di semua wilayah, memang tidak ada serangan terhadap fasilitas energi dari Kamis malam hingga Jumat.
"Ukraina siap untuk menahan diri dari serangan sebagai timbal balik dan hari ini kami tidak melakukan pemogokan terhadap fasilitas energi Rusia,” katanya.
Sebelumnya, Donald Trump pada hari Kamis mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin telah setuju untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina selama seminggu.
Kremlin telah mengakui permintaan tersebut tetapi menolak untuk mengatakan apakah presiden Rusia telah menyetujuinya.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengindikasikan tindakan tersebut akan berakhir pada hari Minggu, menurut laporan The Guardian.
-
Resmi Jadi PM Belanda, Rob Jetten Pastikan Negaranya Tetap Dukung Ukraina
Perdana Menteri Belanda yang baru, Rob Jetten berjanji pemerintahannya yang baru akan terus mendukung Kyiv dan mengatakan ia tidak akan berbicara dengan Moskow karena saat ini tidak ada indikasi Rusia ingin mengakhiri perang di Ukraina.
Baca tanpa iklan