"Dan selama agresi berlanjut, kami akan terus mendukung rakyat Ukraina," katanya.
Ia juga mengatakan warga Eropa harus memiliki pendirian yang jauh lebih kuat tentang apa yang dapat dilakukan Eropa untuk dirinya sendiri, dan berhenti melihat AS di bawah Trump.
Selain itu, ia menentang saran dari beberapa pemimpin Uni Eropa bahwa Uni Eropa harus membuka kembali saluran diplomatik dengan Rusia sehingga Donald Trump tidak dapat menentukan arah pembicaraan dengan Moskow.
Sementara itu, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán meningkatkan penentangannya terhadap bergabungnya Ukraina ke Uni Eropa, dengan mengklaim blok tersebut berupaya menerima negara itu pada tahun 2027 untuk membantunya mendapatkan keuntungan dari anggaran keuangan tujuh tahun berikutnya.
Komentarnya muncul setelah Zelenskyy mengulangi targetnya untuk bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2027, meskipun ada beberapa skeptisisme di Uni Eropa tentang proses yang dipercepat yang akan dibutuhkan.
Komentar Orbán kemungkinan akan dilihat sebagai bagian dari kampanye yang semakin sengit menjelang pemilihan parlemen penting di Hungaria pada bulan April mendatang, yang dapat membuatnya digulingkan setelah 16 tahun menjabat.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan