Berkas yang sama juga menyinggung Howard Lutnick.
Al Jazeera menyebut email internal menunjukkan adanya rencana kunjungan Lutnick ke pulau Epstein pada Desember 2012.
Meski demikian, juru bicara Departemen Perdagangan AS menyatakan Lutnick hanya memiliki interaksi terbatas dengan Epstein.
Ia juga menegaskan Lutnick tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran hukum.
Selain itu, sejumlah tokoh lain turut disebut dalam dokumen.
Mereka termasuk miliarder Inggris Richard Branson, mantan Pangeran Inggris Andrew Mountbatten-Windsor, serta produser film Steve Tisch.
AFP dan The Straits Times melaporkan, penyebutan nama-nama tersebut tidak disertai tuduhan pidana.
Di sisi lain, kelompok penyintas dugaan pelecehan Epstein menyatakan kekecewaan atas rilis dokumen tersebut.
Dalam pernyataan bersama yang dikutip media internasional, 19 korban selamat menilai banyak pelaku yang mereka tuding masih belum terungkap.
Baca juga: Pangeran Andrew Resmi Lepas Gelar Duke of York, Akui Tuduhan Jeffrey Epstein Rusak Nama Baiknya
Mereka mendesak pembukaan penuh seluruh berkas Epstein.
Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengatakan keterlambatan rilis dokumen disebabkan proses penyuntingan.
Proses tersebut dilakukan untuk melindungi identitas lebih dari 1.000 korban.
Ia menegaskan bahwa rilis ini menandai berakhirnya peninjauan dokumen secara menyeluruh oleh Departemen Kehakiman.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan