Kasus dengan komplikasi berat memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan, terutama pada bayi, anak dengan gizi buruk, atau dengan daya tahan tubuh rendah.
"Upaya pencegahan paling efektif dilakukan melalui imunisasi. Vaksin campak diberikan sejak usia 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia 15–18 bulan dan 5–7 tahun," katanya dokter yang praktek di Bethsaida Hospital Gading Serpong ini.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan anak sejak dini apabila muncul gejala mencurigakan.
"Dengan kombinasi kesadaran masyarakat, imunisasi yang optimal, dan dukungan layanan medis, penyebaran campak diharapkan dapat ditekan sehingga kesehatan anak tetap terjaga," katanya.
(Tribunnews.com/ Eko Sutriyanto)
Baca tanpa iklan