News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tren Kasus Campak Naik, Waspada Risiko Komplikasi pada Anak

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bidan Desa Yudha Purwanidyah (kanan) menyuntikan vaksin kepada balita saat imunisasi di Posyandu Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023). Imunisasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui posyandu, puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis. SURYA/PURWANTO

Kasus dengan komplikasi berat memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan, terutama pada bayi, anak dengan gizi buruk, atau dengan daya tahan tubuh rendah.

"Upaya pencegahan paling efektif dilakukan melalui imunisasi. Vaksin campak diberikan sejak usia 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia 15–18 bulan dan 5–7 tahun," katanya dokter yang praktek di Bethsaida Hospital Gading Serpong ini.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan anak sejak dini apabila muncul gejala mencurigakan.

"Dengan kombinasi kesadaran masyarakat, imunisasi yang optimal, dan dukungan layanan medis, penyebaran campak diharapkan dapat ditekan sehingga kesehatan anak tetap terjaga," katanya.

(Tribunnews.com/ Eko Sutriyanto)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini