Perempuan yang menikah dengan putra pengusaha bank Setiawan Harjono (Oei Yung Gie), Jason Harjono, pada 27 November 2015 di Hotel Mulia itu terus berjalan menuju mobil Toyota Vellfire B 2399 SKK warna hitam.
Dugaan keterlibatan keluarga Setya Novanto dalam pusaran kasus e-KTP terungkap dari sejumlah fakta persidangan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dan dari surat dakwaan Novanto sendiri.
Dalam surat dakwaan Setya Novanto, disebutkan Novanto bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sengaja menyiapkan konsorsium PT Murakabi untuk mendampingi konsorsium PNRI (PT Quadra Solution menjadi salah satu anggota) dan Astagraphia untuk mengikuti lelang proyek e-KTP pada 2011.
Baca: Panglima TNI akan Ajak Perempuan yang Menghina Keluarganya Ngopi Bareng Setelah Proses Hukum Kelar
Padahal, Andi Narogong melalui 'Tim Fatmawati' dan pihak terkait juga telah menyiapkan PNRI sebagai pemenang lelang proyek tersebut.
PT Murakabi Sejahtera merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh Setya Novanto lewat istrinya, Desti Astrania Tagor; putranya, Rheza Herwindo; dan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.
Novanto lewat Irvanto membeli saham PT Murakabi Sejahtera dari adik Andi Narpgong, Vidi Gunawan sehingga Irvanto menggantikan posisi Vidi Gunawan sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera.
Deisti dan Rheza juga membeli saham sebuah perusahaan bernama PT Mondialindo Graha Perdana, holding PT Murakabi Sejahtera.
Deisti memiliki 50 persen dan Rheza memegang 30 persen saham PT Mondialindo Graha Perdana.
Selain nama Irvanto, Deisti, serta Rheza, ada nama anak perempuan Novanto, Dwina Michaella juga duduk sebagai Komisaris di PT Murakabi Sejahtera.
Kantor PT Murakabi Sejahtera berada di lantai 27 Menara Imperium, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Novanto pemilik kantor tersebut.
Baca: Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi Sudah Bulat Jadi Gubernur Sumut 2018
PT Murkabi Sejahtera yang didirikan pada 2003 bergerak di bidang pertambangan dan perminyakan.
Namun, perusahaan tersebut memasukkan jasa pembuatan ID card, hologram, spesifik ribbon, dan security printing ke dalam bidang usahanya.
PT Murakabi Sejahtera masuk dalam konsorsium Murakabi untuk mengikuti proyek senilai Rp 5,8 triliun itu pada 2011 melalui pengaturan Tim Fatmawati, dengan anggota di antaranya PT Aria Multi Graphia, PT Stacopa Raya, dan PT Sisindocom Lintasbuana.
Tim Fatmawati adalah sebutan untuk kelompok yang menggelar pertemuan di ruko milik pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. (tribunnews/coz)