Tribun

Bea Cukai Berikan Asistensi Fasilitas Kepabeanan kepada Pelaku Usaha

Bea Cukai melalui unit-unit vertikalnya di berbagai daerah secara rutin melaksanakan asistensi terhadap para pengguna jasanya.

Editor: Content Writer
zoom-in Bea Cukai Berikan Asistensi Fasilitas Kepabeanan kepada Pelaku Usaha
dok. Bea Cukai
Kantor wilayah Bea Cukai di berbagai daerah turut mengadakan kegiatan sharing session bersama para pengusaha dalam rangka memperkuat sinergi dan menjalin komunikasi dengan para pengguna jasanya. 

TRIBUNNEWS.COM - Untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi instansi sebagai industrial assistance dan trade facilitator, Bea Cukai, melalui unit-unit vertikalnya di berbagai daerah secara rutin melaksanakan asistensi terhadap para pengguna jasanya, khususnya pelaku usaha yang menerima fasilitas kepabeanan dari Bea Cukai.

Lewat rangkaian asistensi tersebut, Bea Cukai berupaya memperkuat sinergi dan menjalin komunikasi dengan para pengguna jasanya, serta menjamin terpenuhinya ketentuan di bidang kepabeanan dan mendorong efektifitas pengawasan dan pelayanan.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan, Hatta Wardhana, pada Jumat (19/08/2022) mengatakan di Bandung, Bea Cukai mengadakan kegiatan sharing session bersama seluruh pengusaha Tempat Penimbunan Berikat (TPB).

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan Kanwil Bea Cukai Jawa Barat, Basuki Suryanto yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa seiring perkembangan ekonomi global, fasilitas kawasan berikat juga harus bertransformasi menyesuaikan kondisi saat ini.

Untuk itu, pengawasan pemanfaatan fasilitas ini akan lebih dititikberatkan pada monitoring dan evaluasi melalui analisis data dan pendayagunaan IT inventory. Selain itu diterapkan pula risk engine transaksional dan monitoring mandiri.

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan para pengguna jasa dapat menyampaikan saran-saran perbaikan yang diperlukan Bea Cukai dalam perumusan kebijakan-kebijakan, agar dapat tepat guna sesuai dengan kebutuhan. Dalam kegiatan itu pula kembali ditekankan kepada para pengguna jasa dan petugas Bea Cukai untuk bersama menjaga integritas agar terlaksana proses bisnis yang bersih dan antikorupsi," ujarnya.

Bahasan serupa juga terkemuka dalam pertemuan antara Bea Cukai Banda Aceh dengan dengan perwakilan PT Eby Essentials Indonesia, yang merupakan perusahaan yang didirikan oleh Petro Gold International LLC, salah satu pemasok produk olahan kayu cendana terkemuka di dunia yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab.

Pada pertemuan tersebut, perusahaan yang diwakili CEO Bharat Mundanna Shetty menyampaikan ketertarikannya untuk mendirikan perusahaan pengolahan kayu cendana di Aceh. Bahan baku berupa pohon cendana akan diimpor dari Australia. Hasil pengolahan kayu cendana tersebut akan diekspor ke Eropa, China, India, dan tujuan lainnya.

Dari pihak Bea Cukai, Kepala Bea Cukai Banda Aceh, Heru Djatmika Sunindya menyampaikan bahwa terdapat fasilitas kepabeanan yang dapat dimanfaatkan perusahaan, yakni kawasan berikat (Kaber) atau bonded zone.

"Fasilitas kaber tersebut relevan dengan core business PT Eby Essentials Indonesia yang akan mengimpor bahan baku untuk diolah dan mengekspor produknya setelah melalui proses pengolahan di Aceh. Manfaat utama yang dapat diperoleh PT Eby Essentials Indonesia dari fasilitas tersebut adalah kelancaran arus kas (cash flow) dari ditangguhkanya bea masuk dan tidak dipungutnya PPN, PPnBM, dan PPh Pasal 22 Impor atas barang yang diimpor," jelas Hatta.

Halaman
12
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas