Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Waspadai Potensi Koreksi IHSG ke Level 4.000

Edwin Sebayang menjelaskan, pelaku pasar mesti tetap waspadai pelemahan IHSG ke level 3.911 karena akan terus merosot lebih dalam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Waspadai Potensi Koreksi IHSG ke Level 4.000
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Riset PT MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,6 persen ke level 4.466 pada perdagangan kemarin.

Edwin menjelaskan, selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah level 3.911 maka koreksi IHSG hanya untuk membentuk wave 2.

"Perkiraannya dengan level koreksi berada di level 4.080 hingga 4.200," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Namun, ia menjelaskan, pelaku pasar mesti tetap waspadai pelemahan IHSG ke level 3.911 karena akan terus merosot lebih dalam.

Baca: UPDATE Corona Hari Ini, 2 April 2020: Kasus Global Tembus 935.287, Hampir 200 Ribu Dinyatakan Sembuh

Baca: Ciri-ciri Gejala Tambahan Corona, Badan Terasa Sakit hingga Merasa Mual

"Bila IHSG terkoreksi menembus area tersebut maka IHSG akan membentuk wave 5 dari wave C menuju area koreksi minimal 3.800 hingga 3.850 dan ideal 3.450 hingga 3.500," pungkas Edwin.

Sekadar informasi, IHSG menguat ketika pembukaan perdagangan, Rabu (1/4) pukul 9.09 WIB, IHSG naik 49 poin atau 1,10 persen ke 4.588.

Sembilan sektor menguat dan dua sektor turun pada awal perdagangan hari ini. Sektor industri dasar menguat 1,86 persen. Sektor keuangan naik 1,56 persen. Sektor konstruksi dan properti naik 0,92%.

Rekomendasi Untuk Anda

Sektor manufaktur menguat 0,86 persen. Sektor barang konsumen naik 0,80 persen. Sedangkan sektor infrastruktur dan tambang naik masing-masing 0,56 persen dan 0,32 persen. Sektor aneka industri menguat 0,13 persen. Sektor konstruksi naik 0,10 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas