Tribun Bisnis

Karyawan Tenant di Pusat Perbelanjaan Akan Menyusut 50 Persen Saat Pembukaan Mal Tahap I

Pembatasan pengunjung tersebut juga akan berpengaruh terhadap pendapatan para retailer atau tenant.

Penulis: Lita febriani
Editor: Choirul Arifin
Karyawan Tenant di Pusat Perbelanjaan Akan Menyusut 50 Persen Saat Pembukaan Mal Tahap I
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pelayan mengenakan pelindung wajah saat melayani pelanggan di mal Lotte Shopping Avenue, di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Pemprov DKI Jakarta membolehkan pusat perbelanjaan untuk membuka operasionalnya pada 15 Juni 2020 mendatang dengan kapasitas maksimal 50 persen karena Jakarta memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi hingga akhir Juni. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta menyebut, pembukaan kembali mall pada tahap pertama transisi akan membatasi kapasitas pengunjung 50 persen.

Pembatasan tersebut juga akan berpengaruh terhadap pendapatan para retailer atau tenant.

Ketua APPBI DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan bahwa secara logika bila pengunjung berkurang maka tentu pendapatan juga akan berkurang.

"Karena pendapatan para tenant adalah dari traffic pengunjung. Demikian pula jumlah karyawan juga akan berkurang sekitar 50 persen pada tahap awal dibukanya pusat belanja," tutur Ellen, Senin (8/6/2020).

Sebagai contoh, sebuah pusat belanja dengan luas 65.000 m2 akan menyerap tenaga kerja dari para retailer atau tenant dan juga karyawan pusat belanja beserta outsourcingnya sekira 3.500 karyawan.

Baca: Bernostalgia dengan Alat Tulis Bernama Ballpoint

Saat transisi tahap satu ini, maka daya serap karyawan paling banyak juga sekitar 50 persen, artinya ada sekitar 50 persen karyawan yang harus bersabar untuk dipekerjakan kembali bilamana keadaan sudah membaik dan ini disebut membutuhkan waktu.

Baca: APPBI Siapkan Aturan Baru untuk Tenant Menjelang Pembukaan Kembali Mal

"Dampak keganasan Covid-19 menimpa semua lini bisnis termasuk pengelola pusat belanja. Dimana secara finansial kedua pihak baik pengelola mall maupun tenant juga tidak mendapatkan income sama sekali dan berakhir juga dengan pengurangan tenaga kerja. Dimana banyak bisnis lainnya yang terkait dengan pusat belanja juga tidak bergerak," terang Ellen.

Untuk jam operasional pusat belanja, nantinya akan ditentukan oleh masing-masing pusat perbelanjaan.

Akan tetapi, pada umumnya sebagian besar mall hanya akan buka dari pukul 11.00 WIB–20.00 WIB sembari melihat perkembangan situasi lebih lanjut.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas