Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Ada Pandemi Covid, Danareksa: Kelas Menengah Atas Punya Uang, tapi Mereka Tahan Tidak Belanja

ada tantangan untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri karena kelas menengah ke atas menahan belanja.

Ada Pandemi Covid, Danareksa: Kelas Menengah Atas Punya Uang, tapi Mereka Tahan Tidak Belanja
WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Kantong belanja ramah lingkungan, tampak mulai digunakan warga saat belanja di Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2020). Hari pertama penerapan pelarangan penggunaan kantong plastik di Jakarta, Grand Indonesia Mall menerapkan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL). Hal itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Danareksa menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh konsumsi, sehingga harus diperhatikan saat pandemi corona atau Covid-19 ini.

Kepala Ekonom Moekti Prasetiani Soejachmoen mengatakan, ada tantangan untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri karena kelas menengah ke atas menahan belanja.

"Nah yang kelas menengah ke atas, mereka punya uang, tapi mereka tidak konsumsi. Ini yang jadi PR (pekerjaan rumah)" ujarnya dalam webinar, Senin (28/9/2020).

Baca: Pandemi Covid-19 Disebut Bikin Kelas Menengah ke Atas Takut Belanja ke Mal

Karena itu, Moekti menilai pemerintah sekarang harus mencarai cara bagimana supaya kelas menengah ke atas ini mau konsumsi.

"Kenapa kelas menengah ke atas itu tidak konsumsi atau mereka menahan uangnya dalam perbankan atau pasar modal? Gimana caranya supaya kelas menengah ke atas itu mau konsumsi?" katanya.

Sementara itu, menurut dia, satu-satunya cara membuat kalangan menengah atas percaya diri adalah dengan memberi kepastian bahwa kasus Covid-19 tidak naik terus.

"Faktornya adalah kepastian, mereka butuh kepastian gimana keadaan ekonomi. Kepastian itu sangat terkait sebenarnya dengan isu kesehatan, maksudnya bagaimana penanganan Covid-19 di Indonesia," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas