Tribun Bisnis

Bank Indonesia: Pertumbuhan Kredit 2021 Diprediksi Sebesar 5,3 Persen

Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru tumbuh positif pada triwulan III-2021, meski tidak setinggi periode sebelumnya.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Muhammad Zulfikar
Bank Indonesia: Pertumbuhan Kredit 2021 Diprediksi Sebesar 5,3 Persen
Bank Indonesia
Bank Indonesia: Pertumbuhan Kredit 2021 Diprediksi Sebesar 5,3 Persen 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru tumbuh positif pada triwulan III-2021, meski tidak setinggi periode sebelumnya.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono mengatakan, hal tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 20,9 persen.

"Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru terindikasi terjadi pada seluruh jenis kredit, terindikasi dari nilai SBT yang tercatat positif," papar Erwin dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (23/10/2021).

Kemudian ia melanjutkan, pada triwulan IV-2021, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat.

Hal tersebut ditandakan dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 90,9 persen.

Erwin juga mengatakan, standar penyaluran kredit pada triwulan IV-2021 diprakirakan lebih longgar dibandingkan periode sebelumnya. 

Hal itu terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar -0,4 persen, lebih rendah dibandingkan dengan 2,0 persen pada triwulan sebelumnya.

Baca juga: Prediksi Bank Indonesia Inflasi Oktober 0,08 persen, Cabai dan Minyak Goreng Jadi Penyumbang Utama

Aspek kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya antara lain jangka waktu kredit dan biaya persetujuan kredit.

"Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2021," papar Erwin.

"Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2021 sebesar 5,3 persen (yoy). Optimisme tersebut antara lain didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi, serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit," pungkasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas