Tribun Bisnis

Resesi Ekonomi

Tiga Ciri Perusahaan yang Rentan Terdampak Resesi Ekonomi Global, Berikut Sektornya

Ssektor usaha yang rentan terhadap resesi akan datang di antaranya, tekstil pakaian jadi, jasa ritel, industri otomotif, dan elektronik.

Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Tiga Ciri Perusahaan yang Rentan Terdampak Resesi Ekonomi Global, Berikut Sektornya
SS
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pejabat negara hingga ekonomi memprediksi tahun depan akan terjadi resesi ekonomi global seiring melonjaknya inflasi di berbagai negara, disertai suku bunga acuan bank sentral yang terus naik.

Melemahnya ekonomi global, pastinya berdampak kepada perusahaan yang bergantung pada ekspor maupun impor.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, setidaknya terdapat tiga ciri utama perusahaan yang paling rentan terhadap dampak resesi.

Pertama, perusahaan yang memiliki porsi impor bahan baku yang dominan.

Baca juga: Bos Bank Mandiri Sebut Ada Ancaman Resesi, Kinerja Penyaluran Kredit Berpotensi Menurun

"Sehingga pelemahan kurs rupiah mendorong biaya produksi lebih tinggi," kata Bhima yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/10/2022).

Ciri kedua, perusahaan yang berorientasi ekspor, khususnya ke negara AS dan negara Eropa.

Pasalnya, negara-negara tersebut memiliki potensi resesi yang lebih besar ketimbang negara lain.

"Ketiga, usaha dengan konsumen yang sensitif terhadap kenaikan harga barang atau jasa," ujarnya.

Dengan melihat kriteria-kriteria tersebut, Bhima mengungkapkan, sektor-sektor usaha yang rentan terhadap resesi akan datang di antaranya adalah, tekstil pakaian jadi, jasa ritel, industri otomotif, dan elektronik.

Selain itu, sektor properti dan konstruksi juga akan terpukul.

"(Sektor properti dan konstruksi) terimbas naiknya bahan material bangunan dan suku bunga," katanya.

Di sisi lain, Bhima menyebutkan, masih terdapat sejumlah sektor usaha yang akan mampu bertahan di tengah kondisi resesi.

Adapun ciri utamanya ialah masih tingginya permintaan dari masyarakat meskipun perekonomian melambat.

"Makanan minuman tetap akan dibeli masyarakat karena terkait kebutuhan produk," ucap Bhima. (Rully R. Ramli/Kompas.com)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas