Tribun Bisnis

Resesi Ekonomi

Ekonomi Melejit 5,72 Persen, Pemerintah Optimistis Mampu Hindari Ancaman Resesi

Airlangga Hartarto mengatakan, optimisme tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III-2022 yang sebesar 5,72 persen.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Ekonomi Melejit 5,72 Persen, Pemerintah Optimistis Mampu Hindari Ancaman Resesi
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah meyakini Indonesia mampu terhindar dari ancaman resesi global yang bakal terjadi pada tahun depan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah meyakini Indonesia mampu terhindar dari ancaman resesi global yang bakal terjadi pada tahun depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, optimisme tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III-2022 yang sebesar 5,72 persen.

Melejitnya ekonomi domestik didorong oleh konsumsi rumah tangga yang dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang makin baik.

Baca juga: Menko Airlangga Dorong KEK NDP Menjadi Jembatan Indonesia Menuju Digital Connectivity

"Terkait dengan pertumbuhan perekonomian, kita melihat bahwa resiliensi produk domestik bruto (PDB) Indonesia sekitar 50,38 persen tentunya dari pengeluaran konsumsi domestik. Nah ini tentu konsumsi domestik ini jadi daya tahan yang kuat," ucap Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Senin (7/11/2022).

Selain konsumsi rumah tangga domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung neraca dagang yang masih surplus dan realisasi investasi yang cukup baik di kuartal III-2022.

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi selama Januari sampai September 2022 mencapai Rp892,4 triliun.

Meskipun demikian, Airlangga memastikan Pemerintah tidak akan terlena dan tetap berupaya meminimalisir dampak adanya ancaman resesi global.

"Kami pemerintah menjaga langkah-langkah, menjaga daya beli, dan kita juga memperkuat nilai tukar dengan mendorong devisa hasil ekspor dan penguatan dengan negara lain melalui local currency settlemen (LCS) agar Bank Indonesia mendorong kebutuhan devisa bisa dibatasi," ucap Airlangga.

Baca juga: Atasi Masalah Ketenagakerjaan, Airlangga Hartarto Dorong Ciptakan Lapangan Kerja Baru Lewat UMKM

"Reformasi struktural undang-undang cipta kerja ini bisa kita lanjutkan dan menjadi langkah kita untuk menghindari resesi global di tahun 2023," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 tumbuh sebesar 5,72 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau secara tahunan (year on year/yoy).

Realisasi ini melanjutkan tren pertumbuhan positif pada kuartal I-2022 yang sebesar 5,01 persen (yoy), dan kuartal II-2022 sebesar 5,44 persen.

Sementara secara kuartal ke kuartal ekonomi Indonesia tumbuh 1,81 persen (quarter to quarter/qtq).

Dan secara kumulatif Januari-September 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,40 persen dibandingkan periode yang sama di 2021.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas