Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Seorang Anggota ISIS Mengaku Sudah Memerkosa 200 Perempuan

Hussein dan kawan-kawannya ditangkap dalam serangan ke kota Kirkuk, Irak pada Oktober tahun lalu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Seorang Anggota ISIS Mengaku Sudah Memerkosa 200 Perempuan
ABC News/AP Photo/Khalid Mohammed
Tentara ISIS berperang. 

TRIBUNNEWS.COM, IRAK - Seorang anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang tertangkap mengaku dia sudah memperkosa lebih dari 200 perempuan dari etnis minoritas di Irak.

Pengakuan itu didengar jurnalis Reuters yang diizinkan dinas intelijen Kurdi untuk melakukan wawancara dengan Ammar Hussein, anggota ISIS yang kini ditahan.

Hussein dan kawan-kawannya ditangkap dalam serangan ke kota Kirkuk, Irak pada Oktober tahun lalu.

Baca: Diduga Anggota ISIS, Perempuan ini Diamankan di Bandara Soekarno-Hatta

Dalam serangan itu 99 warga sipil dan pasukan keamanan Irak tewas, sedangkan ISIS kehilangan 63 orang anggotanya.

Hussein mengatakan, pemimpin ISIS di Kirkuk memberi dia dan teman-temannya izin untuk memerkosa perempuan etnis Yazidi sebanyak-banyaknya.

"Para pemuda membutuhkan itu (seks). Iini hal yang normal," kata Hussein kepada Reuters tanpa terlihat rasa penyesalan sama sekal.

Rekomendasi Untuk Anda

Hussein mengatakan, dia bergerak dari satu rumah ke rumah lainnya di beberapa kota di Irak untuk memerkosa perempuan Yazidi dan etnis minoritas lainnya.

Aparat keamanan Kurdi mengatakan, mereka sudah mendapatkan bukti bahwa Hussein memang melakukan perkosaan tetapi belum bisa memastikan skala kejahatan pria itu.

Para saksi dari pejabat Irak mengatakan, para anggota ISIS memerkosa banyak perempuan Yazidi saat kelompok itu menguasai wilayah utara Irak pada 2014.

ISIS juga menculik banyak perempuan Yazidi untuk dijadikan budak seks setelah membunuh kerabat laki-laki mereka.

Kembali ke pengakuan Hussein, selain memperkosa, pria ini juga mengaku sudah membunuh setidaknya 500 orang sejak bergabung dengan ISIS pada 2013.

"Kami menembak siapa saja yang kami inginkan dan memenggal siapa saja yang kami mau," ujar dia.

Dia mengingat, bagaimana para pemimpin melatihnya untuk membunuh.

"Pada awalnya sangat sulit untuk membunuh seseorang. Namun, hal itu berangsur-angsur semakin mudah," kenang Hussein.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas