Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Penjara Atau Denda Jutaan Yen Bagi Pelanggar Penyakit Menular di Jepang

Sebuah UU baru sedang dirancang dan akan segera diresmikan di tahun 2021 ini, penjara atau denda jutaan yen bagi pelanggar penyakit menular Corona.

Penjara Atau Denda Jutaan Yen Bagi Pelanggar Penyakit Menular di Jepang
Foto Richard Susilo
Daerah karantina di bandara Haneda Tokyo Jepang setelah turun dari pesawat terbang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Sebuah UU baru sedang dirancang dan akan segera diresmikan di tahun 2021 ini, penjara atau denda jutaan yen bagi pelanggar penyakit menular Corona.

"RUU sedang dibuat dan segera diluncurkan tahun ini dengan salah satu sanksinya adalah penjara atau denda jutaan yen bagi sang pelanggar," ungkap sumber Tribunnews.com Sabtu (1/9/2021).

Satu-satunya hukuman yang saat ini ada dalam Undang-Undang Pencegahan Penyakit Menular adalah untuk individu yang dengan sengaja menyebarkan patogen berbahaya, seperti virus Ebola.

Hal itu dapat mengakibatkan hukuman penjara seumur hidup, hukuman penjara minimal dua tahun atau denda minimal 10 juta yen.

Kementerian kesehatan berencana untuk memberlakukan hukuman bagi mereka yang dikonfirmasi dengan COVID-19 tetapi menolak untuk dirawat di rumah sakit.

Masalah ini diangkat selama pertemuan 8 Januari antara para pejabat pemerintah dan anggota parlemen dari koalisi yang berkuasa dan kubu oposisi.

Kementerian berencana untuk mengajukan undang-undang untuk merevisi Undang-Undang Pencegahan Penyakit Menular ke sesi Diet biasa yang dijadwalkan akan diadakan mulai 18 Januari 2021.

Berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Penyakit Menular, gubernur prefektur dapat merekomendasikan pasien COVID-19 untuk dirawat di rumah sakit jika merasa perlu dan dapat memaksa individu yang tidak patuh untuk masuk rumah sakit.

Tetapi tidak ada hukuman bagi mereka yang masih tidak setuju untuk dirawat di rumah sakit.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas