Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pahitnya Perayaan Idul Fitri di Malaysia, Siti Rohani Dua Kali Berpisah dari Ibunya yang Renta

Tahun ini merupakan kali kedua bagi banyak Muslim Malaysia menjalani Hari Raya Idul Fitri terpisah dari keluarga

Pahitnya Perayaan Idul Fitri di Malaysia, Siti Rohani Dua Kali Berpisah dari Ibunya yang Renta
freepik.com
Idul Fitri 1 Syawal 1442 H 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Tahun ini merupakan kali kedua bagi banyak Muslim Malaysia menjalani Hari Raya Idul Fitri terpisah dari keluarga, karena diberlakukannya sistem pembatasan perjalanan antar negara bagian dan antar distrik negara itu untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu perayaan terbesar di Malaysia dan menandai akhir bulan suci Ramadan.

Sedangkan 'Balik kampung' atau kegiatan kembali ke rumah keluarga dari perantauan telah menjadi agenda tahunan yang wajib dilakukan warga Malaysia, baik mereka yang Muslim maupun non-Muslim.

Biasanya, aktivitas ini menyebabkan kemacetan besar-besaran selama beberapa hari sebelum dan sesudah hari raya.

Baca juga: Hendak Jalani Pengobatan ke Turki, Ashanty dan Keluarganya Rayakan Lebaran di Dubai: Nunggu Lockdown

Dikutip dari laman Malay Mail, Kamis (13/5/2021), Idul Fitri identik dengan kegiatan seperti mengunjungi keluarga dan teman untuk saling memaafkan, mengunjungi kuburan leluhur, kemudian beribadah di masjid.

Hingga mengunjungi kerabat dan teman untuk sekadar bercengkerama sambil menyantap hidangan tradisional Melayu seperti rendang, ketupat, lemang serta lontong.

Baca juga: Menaker Ida: Meski Tanpa Mudik, Tidak Menghilangkan Semangat Bersilahturahmi dan Bermaafkan

Namun mirisnya, sejak tahun lalu, pandemi Covid-19 telah menghentikan seluruh tradisi ini karena pemerintah memberlakukan perintah kontrol pergerakan yang ketat (MCO) untuk mencegah penyebaran virus tersebut di negara itu.

Satu tahun kemudian yakni tahun ini, situasinya pun sama saja bagi mereka yang biasanya melakukan perjalanan 'pulang' untuk musim perayaan.

Hal itu karena pemerintah memberlakukan kembali sistem penguncian (lockdown) nasional lainnya yang dimulai pada malam menjelang Idul Fitri.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas