Sukhoi Checkmate, Jet Tempur Siluman Terbaru Rusia Pesaing F-35 Lockheed Martin
Jet tempur Sukhoi Checkmate diproduksi guna menyaingi jet siluman F-35 Lockheed Martin yang harganya selangit.
Editor: Setya Krisna Sumarga
Arsenal tempur itu dapat digunakan untuk misi superioritas udara dan serangan permukaan.
Checkmate juga akan dapat mengerahkan drone berbentuk rudal dari ruang senjata internalnya.
Pesawat tempur akan mampu mencapai kecepatan hingga Mach 2,2 dan sanggup terbang hingga ketinggian 54.000 kaki.
Sebagai pesawat generasi kelima, Checkmate akan sangat mengurangi visibilitas radar, kemampuan dorong vektor atau "supermaneuverability".
Ia kemungkinan juga supercruise, yang berarti akan mampu mencapai kecepatan supersonik tanpa perlu menggunakan afterburner yang menghabiskan banyak gas.
Perbedaan penting dari Su-57 termasuk mesin tunggal, yang akan membuat Checkmate jauh lebih ringan.
Industri militr AS pernah merilis konsep jet tempur YF-23 Black Widow yang gagal, yang kemudian diadopsi Pentagon dalam wujud jet tempur F-22 Raptor.
Rusia belum memulai debutnya pesawat tempur bermesin tunggal dalam lebih dari 50 tahun, sejak Su-22 dan MiG-27 keduanya memasuki layanan pada 1970.
Penggunaan nama Checkmate di versi terbaru jet tempur Rusia ini tak diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Rusia.
Langkah kemenangan dalam permainan catur disebut "shakh-i-mat." Itu meninggalkan sedikit keraguan tentang siapa penerima pesan itu.
AS telah menolak menjual pesawat tempur F-22 Raptor canggihnya ke negara lain, pesawat kembaran jet tersebut, F-35, telah dipasarkan ke beberapa, termasuk banyak sekutu NATO.
Terutama sekutu emas AS, Israel. Sukhoi Checkmate kemungkinan bakal jadi jawaban kemenangan Moskow atas proliferasi jet siluman F-35 di dunia.
Namun, Washington telah berusaha untuk menggagalkan penjualan perangkat keras militer canggih Rusia ke negara lain.
Mereka memiliki perangkat tindakan hukuman seperti Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). (Tribunnews.com/Sputniknews/xna)