Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Obat Covid-19 Pfizer Dapat Berisiko Bila Digabungkan Pengobatan Lain, Ahli Sarankan Pengawasan Ketat

Pasien yang diberi obat Covid-19 dari Pfizer perlu diawasi dokter karena memungkinkan munculnya efek samping serius.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Inza Maliana
zoom-in Obat Covid-19 Pfizer Dapat Berisiko Bila Digabungkan Pengobatan Lain, Ahli Sarankan Pengawasan Ketat
Handout / Pfizer / AFP
Foto selebaran file ini diberikan kepada AFP pada 16 November 2021 dari Pfizer, menunjukkan pembuatan pil antivirus eksperimental Covid-19, Paxlovid, di dalam laboratoriumnya di Freiburg, Jerman. Pasien yang diberi obat Covid-19 dari Pfizer perlu diawasi dokter karena memungkinkan munculnya efek samping serius. 

Atea sejak itu mengumumkan kemitraan strategis antara perusahaan akan dihentikan.

Bukan hanya obat antivirus yang menjanjikan untuk pengobatan Covid-19.

Perusahaan farmasi juga menyelidiki antibodi monoklonal, yang mengikat antigen spesifik dan memerintahkan sistem kekebalan untuk menghancurkan virus.

Terapi antibodi monoklonal dari Eli Lilly, Regeneron, dan GlaxoSmithKline telah diberikan izin peraturan AS untuk pengobatan Covid-19.

Namun, FDA mencabut izin Lilly untuk penggunaan monoterapi bamlanivimab—salah satu antibodi dalam koktail dengan etesevimab—karena tidak efektif terhadap varian SARS-CoV-2 yang muncul.

Meski perawatan antibodi ketiga perusahaan telah menunjukkan kemanjuran yang baik, mereka memerlukan pemberian intravena (injeksi atau virus) satu kali, yang berarti pil antivirus Pfizer atau Merck yang dapat diminum di rumah, secara signifikan lebih nyaman.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas