Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Daftar 27 Perusahaan Amerika yang Masih Beroperasi di Rusia Meski Invasi Ukraina Terus Berlanjut

Sebanyak 27 perusahaan Amerika Serikat memutuskan masih beroperasi di Rusia meski invasi ke Ukraina terus berlanjut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
zoom-in Daftar 27 Perusahaan Amerika yang Masih Beroperasi di Rusia Meski Invasi Ukraina Terus Berlanjut
inyourpocket.com
Hard Rock Cafe di Saint Petersburg, Rusia 

1. Aimbridge Hospitality

Perusahaan manajemen hotel yang berbasis di Plano, Texas ini mengoperasikan lebih dari 1.400 properti di 49 negara bagian dan 20 negara, termasuk operasi yang sedang berlangsung di Rusia.

2. Align Technology

Pembuat perangkat medis yang berbasis di Tempe, Arizona bulan ini merujuk konflik di Ukraina sebagai salah satu faktor yang dapat berdampak buruk pada kegiatan komersial dan penelitian dan pengembangan mereka di dalam dan di luar Rusia.

3. Amdocs

Didirikan di Israel, perusahaan teknologi informasi yang berkantor pusat di Jersey City, New Jersey ini masih bekerja sama dengan mitra Rusia, menurut Sonnenfeld.

Perusahaan menyebut eksposurnya ke Rusia dan Ukraina tidak material dan sekitar 1 % dari pendapatan, CEO Shuky Sheffer mengatakan dalam panggilan pendapatan pada 11 Mei.

Rekomendasi Untuk Anda

Amdocs mematuhi sanksi AS yang berlaku terhadap Rusia dan telah menghentikan penjualan baru produk dan layanannya di negara tersebut.

4. Amgen.

Pabrik obat yang berbasis di Thousand Oaks, California ini membuka kantor di Moskow pada tahun 2006.

Kegiatan perusahaan saat ini mencakup seluruh wilayah Federasi Rusia, dari Kaliningrad hingga Kamchatka, menurut situs webnya.

5. Avaya

Perusahaan teknologi informasi ini masih mendukung mitranya di Rusia.

"Konflik militer, sanksi dan kontrol ekspor yang diberlakukan oleh AS dan negara-negara lain sangat membatasi kemampuan kami untuk melakukan kegiatan komersial dengan perusahaan, organisasi, dan individu Rusia di AS," kata perusahaan itu dalam pengajuan peraturan.

Avaya memperkirakan akan kehilangan $45 juta dalam pendapatan yang diantisipasi di Rusia tahun ini, dan $15 juta lainnya karena negara-negara lain mengubah prioritas karena perang.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas