Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tips Kesehatan

Oatmeal Dikenal Baik untuk Turunkan Berat Badan, Berikut Tips Konsumsinya agar Diet Bisa Maksimal

Inilah bebagai macam manfaat pada oatmeal. Meski terkenal untuk turunkan berat badan, ada sejumlah tips konsumsi oatmeal agar diet bisa maksimal

Oatmeal Dikenal Baik untuk Turunkan Berat Badan, Berikut Tips Konsumsinya agar Diet Bisa Maksimal
Freepik
Ilustrasi oatmeal dengan buah-buahan. Inilah bebagai macam manfaat pada oatmeal. Meski terkenal untuk turunkan berat badan, ada sejumlah tips konsumsi oatmeal agar diet bisa maksimal. 

4. Oatmeal dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan

Salah satu jenis serat larut, beta-glukan, ditemukan dalam gandum dan membantu mengaktifkan sel darah yang melawan infeksi.

Menjaga kesehatan berarti Anda bisa aktif, menjaga jadwal olahraga teratur, dan menurunkan atau mempertahankan berat badan.

Tips Cara Mengkonsumsi Oatmeal untuk Tujuan Menurunkan Berat Badan

Ilustrasi oatmeal
Ilustrasi oatmeal. (Freepik)

Meskipun oatmeal memiliki beberapa manfaat kesehatan, orang-orang harus memperhatikan potensi kerugiannya, kata Ross.

Inilah yang harus dihindari atau diperhatikan saat memasukkan oatmeal ke dalam makanan Anda.

1. Jangan menambahkan terlalu banyak gula dan campuran

Anda mungkin tergoda untuk menambahkan sedikit rasa manis dan lemak ke oatmeal, karena pada dasarnya rasa oatmeal sangat hambar.

Namun, kalori dari gula merah, mentega, dan sirup bertambah dengan cepat, kata Ross.

Sebaliknya, pilihlah buah.

"Menambah beberapa blueberry pada oatmeal adalah ide yang bagus," katanya.

"Menuangkan gula di atasnya, bukan ide yang bagus."

2. Perhatikan ukuran porsi

Meskipun ukuran porsi yang disarankan adalah setengah cangkir oat kering, oatmeal bisa sangat berkalori dan terlalu banyak karbohidrat jika dalam jumlah tinggi, kata Ross.

Makan oatmeal dalam porsi besar bisa mengganggu tujuan penurunan berat badan.

Namun, hal itu juga tergantung pada usia, tinggi badan, berat badan dan tingkat aktivitas fisik Anda.

Satu cangkir atau lebih oat mungkin tidak apa-apa.

3. Jauhi oat instan atau oat beraroma

Meskipun kandungan kalori, lemak, karbohidrat, dan protein dalam berbagai oat serupa, pengaruhnya terhadap gula darah tidak sama.

Karena oat instan lebih banyak diproses, mereka memiliki lebih sedikit serat dan oleh karena itu indeks glikemiknya lebih tinggi.

Diet yang seimbang, rendah lemak, dan sehat harus mencakup lebih banyak makanan yang diproses secara minimal, seperti biji-bijian, yang memiliki nilai GI rendah.

Demikian pula, havermut berasa juga harus dihindari, karena sering kali mengandung gula olahan yang seratnya tidak mengimbangi.

4. Hindari makan terlalu banyak dan terlalu cepat

"Ketika saya merekomendasikan serat, saya memberitahu orang-orang untuk memulai dengan lambat, santai saja," kata Ross.

Jika tidak, tubuh Anda mungkin akan kesulitan memproses semua seratnya, yang dapat menyebabkan kembung, sembelit, dan sakit perut.

Orang harus mulai dengan oatmeal dua hingga empat kali seminggu dan terus berkembang hingga porsi harian, katanya.

Minum segelas besar air dengan oatmeal mungkin bermanfaat untuk membantu memindahkan serat melalui saluran pencernaan untuk mengurangi kembung dan sakit perut.

Kesimpulan

Oatmeal bisa menjadi makanan bergizi dan mengenyangkan untuk diet sehat.

Indeks glikemiknya yang rendah dikombinasikan dengan serat larut dapat membantu atasi sembelit dan penurunan berat badan.

Meskipun tidak ada penelitian yang secara langsung mengaitkan makan oatmeal dengan penurunan berat badan, penelitian menemukan bahwa oatmeal efektif untuk mengontrol nafsu makan.

Bahan dan kandungan nutrisinya menjadikan oatmeal tambahan yang ideal untuk program penurunan berat badan.

Mereka yang mengkonsumsi oatmeal ke dalam makanan mereka harus memulai dengan perlahan dan menghindari oat instan dan beraroma.

"Saya merekomendasikan agar orang makan oat dengan cara paling alami yang bisa mereka lakukan," kata Ross.

"Jika dimakan dalam porsi yang tepat, dapat membantu mengatasi masalah GI dan penurunan berat badan."

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Ikuti kami di
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas