Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Memaknai Gotong Royong dalam Satu Dekade Program JKN

Setelah 10 tahun menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pensiunan Ida (63) baru saja memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk diri sendiri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Memaknai Gotong Royong dalam Satu Dekade Program JKN
Tribunnews.com/Rina Ayu
Pensiunan Ida (63) pengguna BPJS Kesehatan. 

Ia secara mandiri membayar iuran BPJS Kesehatan.

Setiap bulannya, dia harus membayar sekitar Rp 200.000 per bulan untuk 4 anggota keluarga, termasuk ibunya.

Saat ibunya jatuh sakit pada akhir tahun lalu, BPJS Kesehatan menjadi sangat bermanfaat.

Yana yang tinggal di Jakarta mempercayakan semua pengobatan yang didapat ibunya kepada BPJS Kesehatan.

“Jauh dari orang tua tapi ada BPJS Kesehatan jadi lebih tenang. Tidak ada kekhawatiran soal biaya, karena sakit yang diderita ibu masuk penyakit yang dibiayai BPJS. Ini jadi bentuk rasa sayang dan perhatian kepada ibu di kampung,” terang Yana.

Yana sudah berpisah dan memutuskan merantau dengan lebih dari 30 tahunan lalu.

Segala kebutuhan ibu di kampung selalu jadi perhatian utamanya termasuk memberikan perlindungan kesehatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Yana sering menggunakan BPJS untuk perawatan tulang dan sendi yang mulai dirasakannya.

Setiap bulan dirinya harus kontrol dan meminta obat di faskes terdekat.

"Dari awal ada (BPJS) semangat punya, karena persiapan sewaktu-waktu," ungkap Yana.

Kesadaran memberikan manfaat bukan hanya diri sendiri melainkan orang lain menjadi alasan Ida dan Yana setia membayar iuran BPJS.

Makna gotong royong inilah yang terus dikampanyekan BPJS Kesehatan untuk memperbesar lagi cakupan kepesertaan program JKN di satu dekade kehadirannya dan masa-masa mendatang.

“Melalui program JKN, BPJS Kesehatan ikut melestarikan budaya gotong royong dalam nilai Pancasila. Peserta yang sehat membantu yang sakit dan itu melibatkan seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Saat ini, kami mengelola jaminan kesehatan lebih dari 90 persen penduduk Indonesia. Kami percaya dengan kebersamaan ini kita bisa tumbuh jadi bangsa yang maju dan bersaing dengan negara lain,” ungkap Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti.

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas