Tribun

Bursa Capres

DPN Kombatan Minta PDI Perjuangan Jangan Salah Memilih Sosok Capres 2024

Komunitas Banteng Asli Nusatara mengingatkan para politisi PDI Perjuangan agar tidak salah dalam memilih figur calon presiden (capres).

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in DPN Kombatan Minta PDI Perjuangan Jangan Salah Memilih Sosok Capres 2024
Istimewa
Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kombatan, Budi Mulyawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ormas Nasionalis Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara) mengingatkan para politisi PDI Perjuangan agar tidak salah dalam memilih figur calon presiden (capres).

Jika meleset bisa berakibat fatal, Pilpres bisa kalah dan perolehan suara partai dipastikan jeblok di Pemilu 2024.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kombatan, Budi Mulyawan mengatakan, kegagalan PDI Perjuangan di Pemilu 2009, hanya dapat 14,03 persen seharus jadi pelajaran sejarah buruk partai.

"Sangat tragis kalau Pemilu 2024 nanti, PDI Perjuangan sampai kalah akibat Capres yang dipaksakan. Apalagi, hasil pemilihan legislatif juga rontok tidak lagi jadi partai pemenang Pemilu," kata Cepi, sapaan akrab Budi Mulyawan dalam keterangan yang diterima, Rabu (7/12/2022).

Untuk itu dirinya menyebut, tidak layak mengandalkan arogansi menang 2 periode Pilpres dan Pileg pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019.

"Harus diakui kemenangan PDI Perjuangan dalam dua Pemilu terdahulu tidak bisa dipisahkan dari efek figur Pak Jokowi," katanya.

Menurut Budi Mulyawan, salah besar jika ada yang tak peduli lembaga survei, kemudian memaksa pilih figur Capres yang ujung-ujungnya saat perolehan suara Pilpres dan Pileg kalah.

"Justru lempar batu sembunyi tangan (menyalah-nyalakan orang lain)," katanya.

Budi Mulyawan, sinyal yang disampaikan kader terbaik PDI Perjuangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjabat dua periode, bahwa calon penggantinya berambut putih jangan disia-siakan dan direspon nyinyir.

Baca juga: PDIP Masih Terus Bangun Komunikasi dengan Seluruh Parpol tapi Belum Bahas Capres Cawapres

"Sinyal Pak Jokowi sudah jelas mengarah kepada Ganjar Pranowo. Tentu, sudah mempertimbangan lewat berbagai aspek. Apalagi, semua lembaga survei yang kredibel, rata-rata hasilnya menempatkan Ganjar sebagai Capres paling disukai rakyat," ujarnya.

"Jadi, kita ingatkan jangan sekali kali melawan kehendak rakyat jika PDI Perjuangan tak ingin mengulang pengalaman buruk 2009 yang jeblok," katanya. (*)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas