Megawati di Rakernas IV PDIP: Menangkan Pileg 2024 dan Ganjar Pranowo sebagai Presiden
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menegaskan target partai berlogo banteng ialah memenangkan Pileg 2024 dan Ganjar Pranowo.w
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
“Saat saya bertemu Presiden Zelenski, beliau bercerita di sana ada 77 juta ton berhenti di Ukraina karena perang. Saya juga bertemu Presiden Putin, di sana ada 130 juta ton gandum berhenti tidak bisa diekspor karena keamanan laut,” ujar Jokowi.
Baca juga: Hasto Singgung soal Kehadiran Sosok Bacawapres Ganjar di Rakernas PDIP
Total dari kedua negara itu yang tidak bisa keluar gandumnya, 207 juta ton, sehingga yang terjadi adalah di Afrika, Asia maupun Eropa terjadi kekurangan pangan.
Harga yang naik secara drastis, dan bahkan di satu negara maju Eropa, anak sekolah banyak yang sudah tidak bisa sarapan pagi.
“Itu semua karena kekurangan bahan pangan, karena mahalnya bahan pangan. Sebanyak 19 negara sekarang sudah tidak mengekspor pangan, dan bahkan sekarang menjadi 22 negara tidak mau mengekspor bahan pangannya, termasuk beras,” tambah Jokowi.
Jokowi menegaskan, Ideologi Pancasila harus selalu dipegang teguh dalam pembangunan, khususnya mengenai kedaulatan pangan.
"Oleh karena itu, pangan merupakan instrumen pokok dalam membangun dan mencerdaskan bangsa,” tegasnya.
Ganjar Singgung Kesejahteraan Petani
Sementara itu Bacapres dari PDIP, Ganjar Pranowo mengatakan politik pangan sangat penting karena menyentuh setiap aspek kehidupan.
Maka dari itu dengan berdiri bersama petani dan nelayan maka bisa mempercepat perwujudan kedaulatan pangan.
“Negara harus memastikan petani dan nelayan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan."
"Dengan mendukung petani dan nelayan maka Indonesia dapat berdikari dalam pangan,” kata Ganjar.
Pembangunan infrastruktur pertanian yang dilakukan Presiden Jokowi dikatakannya telah meningkatkan signifikan produksi pertanian.
Oleh karenanya, pembangunan ekonomi Presiden Jokowi harus dijaga dan dilanjutkan.
“Pangan sebagai lambang supremasi kepemimpinan Indonesia di dunia menjadi perhatian khusus PDI Perjuangan. Oleh sebab itu, pengembangan teknologi pertanian harus dimodernisasi, lahan subur harus dijaga dan tidak boleh dikonversi,” ucap Ganjar.
(Tribunnews.com/Gilang Putranto)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.