Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Reform Institute: Elektabilitas Dino, Endriartono, dan Sinyo Nol Persen

11 peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, tiga nama sama sekali tidak dipilih oleh pemilih Partai Demokrat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 11 peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, tiga nama sama sekali tidak dipilih oleh pemilih Partai Demokrat. Ketiga nama tersebut adalah Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Sinyo Haris Sarundang.

"Ketiganya nol persen," ujar ujar Zaim Sadi, peneliti Reform Institute, saat menggelar konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/12/2013).

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Tjipta Lesmana, menilai hal tersebut wajar. Tjipta juga heran mengapa Dino, Endriartono, dan Sinyo bisa ikut dalam konvensi.

"Kok nekat. Dino itu hanya duta besar sedangkan Sinyo hanya gubernur Sulawesi Utara. Peserta konvensi diminta SBY, itu tidak bagus untuk demokrasi. Di Amerika tampil karena merasa mampu," kata dia.

Peserta yang menduduki posisi teratas adalah Dahlan Iskan dan jauh meninggalkan saingan-saingannya dengan perolehan 33,81 persen. Sementara di urutan kedua adalah Irman Gusman yang kini menjabat Ketua DPD RI dengan perolehan 6,47 persen.

Berikut adalah hasil survei tersebut urutan keempat hingga delapan Marzuki Alie 5,76 persen, Haryono Isman 2,16 persen, Gita Wirjawan 2,16 persen, Anies Baswedan 1,44 persen, Ali Masykur Musa 0,72 persen, Pramono Edhie Wibowo 0,72 persen.

"Penting dicatat, terdapat 46,04 persen pemilih Demokrat yang tidak memilih kesebelas tokoh perserta tersebut," pesan Zaim.

Rekomendasi Untuk Anda

Jajak pendapat secara nasional dilaksanakan pada tanggal 4-25 November 2013. Jumlah sampel 1.500 margin error 2,53 dengan tingkat kepercayaan 95 persen .Responden laki-laki dan perempuan proporsional sesuai dengan jumlah penduduk. Wawancara dilakukan secara tatap muka, dan penyebaran sampel proporsional dengan jumlah penduduk per provinsi dan dilakukan dengan multi stage random sampling.

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas