Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

IPW: Pertama Kali dalam Sejarah Polri Posisi Kabareskrim Kosong Cukup Lama

Neta S. Pane menjelaskan, ini pertama kali dalam sejarah polri, posisi Kabareskrim dibiarkan kosong dalam waktu yang cukup lama.

IPW: Pertama Kali dalam Sejarah Polri Posisi Kabareskrim Kosong Cukup Lama
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Kapolri Jendral Pol Idham Azis di ruang konferensi pers kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). Idham mengunjungi kantor KPK untuk bersilaturahmi sekaligus membangun sinergi Polri dengan lembaga-lembaga atau kementrian di Indonesia. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --  Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan sudah 33 hari kursi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri kosong sepeninggal Jenderal Idham Azis menjadi Kapolri.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menjelaskan, ini pertama kali dalam sejarah polri, posisi Kabareskrim dibiarkan kosong dalam waktu yang cukup lama.

"Sangat aneh, kenapa Idham Azis lamban dalam menggunakan hak prerogatifnya untuk menetapkan Kabareskrim yang baru," ujar Neta S Pane kepada Tribunnews.com, Rabu (4/12/2019).

Situasi ini sangat memprihatinkan, kata dia, seakan saat ini tidak ada jenderal polisi yang pantas dan layak untuk menggantikan Idham Azis.

Baca: Mabes Polri Jelaskan Alasan Posisi Kabareskrim Masih Kosong

Meskipun di tubuh Polri ada belasan jenderal bintang tiga (Komisaris Jenderal/Komjen) dan lebih dari seratus jenderal bintang dua (Inspektur Jenderal/Irjen).

Menurut dia, strategi Idham Azis yang membiarkan posisi Kabareskrim terlalu lama kosong membuat Polri ke depan dikhawatirkan semakin tidak profesional dan makin tidak independen.

Polri akan semakin tersandera oleh politik dan kepentingan kekuasaan.

Situasi ini tidak boleh dibiarkan. Polri harus dijaga agar tetap profesional dan independen dari tangan tangan politik kekuasaan.

Sehingga publik akan tetap nyaman saat Polri bekerja dengan misinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Untuk itu IPW berharap, Kapolri Idham Azis jangan gamang dalam memilih Kabareskrim yang baru.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas