Tribun

Hari Lahir Pancasila

Peringati Hari Lahir Pancasila, Vox Point Gelar Webinar Dari Ketua MPR Hingga Gubernur Jateng

Acara Seminar berlangsung secara live streaming Youtoube, dan disiarkan di Hidup TV dan El Jhon Tv pada Selasa

Penulis: Mafani Fidesya Hutauruk
Editor: Hendra Gunawan

Bagaimana perwujudannya dalam konteks kebijakan dan implementasi aktualnya di tengah usaha penanganan Covid-19 ini?

“Bagaimana Pancasila pasca Covid-19 ini berakhir dan selanjutnya ke depan? Inilah pertanyaan dasar yang kira-kira perlu dibedah dalam seminar Pancasila ini,” ujar Dosen Binus ini.

Selain itu, kata Fios, acara ini juga berangkat dari refleksi Vox Point Indonesia dalam upaya menata Indonesia menuju negara yang maju dan beradab.

Menurutnya, sebab btidak dipungkiri, Indonesia pun berhadapan berbagai gelombang tantangan instrinsik dalam konteks keanekaragaman (diversity) di dalam internal dirinya sendiri.

Kita menyebutkan beberapa isu krusial yang mendera tubuh Indonesia di zaman now seperti gejala etnosentrisme, primodialisme berbasis SARA (suku, agama, ras dan antagolongan).

Kemudian radikalisme, materialisme, politik identitas yang anarkis, politisasi agama, kapitalisasi politik dan berbagai fenomena negatif lain.

Isu krusial tersebut dapat mengancam Indonesia sebagai sebuah nation (bangsa).

Kenyataan ini tentu menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia dan membuat kita gelisah,siapa saja pribadi-pribadi yang memegang teguh prinsip-prinsip nilai universal kebaikan bersama (bonum commune): kebenaran, etika dan harmoni bersama dalam iklim persaudaraan dan toleransi di dalam negara kesatuan Republik Indonesia ini.

Untuk melanggengkan hidup bersama kita sebagai nation, secara historis-politis Pancasila telah disepakati sejak awal mula oleh para founding fathers (bapak bangsa) sebagai falsafah kenegaraan Indonesia.
“Soekarno menyebut Pancasila sebagai “philosofische grondslag”. Pancasila adalah dasar, fondasi negara dalam ziarah ada bersama kita (co-esse) di dalam rumah bersama bangsa Indonesia ini. Tanpa Pancasila, kita boleh sudah jadi sudah hancur lebur berkeping bahkan porak-poranda luluh-lantah sebagai sebuah bangsa yang hilang rupa,” ungkap Manager Character Building Development Center (CBDC) Binus University ini.
Lebih lanjut Fios mengungkapkan, posisi Indonesia, dalam salah satu tulisan yang dirilis oleh Dr. Yudi Latif (mantan ketua UKP-PIP, mensinyalir bahwa perjalanan bangsa Indonesia bukanlah perjalanan yang lurus, melainkan perjalanan yang memutar (berliku) karena jalan yang sedang bahkan akan dilalui Indonesia ke depan adalah jurang yang dapat membuat kita terperosok masuk ke dalamnya, jika tidak disiasati dengan arif dan bijak.
“Dalam wilayah publik kenegaraan, segala perorangan dan golongan harus menganut Pancasila sebagai ideologi negara. Ini tanggung jawab kebangsaan kita bersama dalam mensosialisasikan pemahaman ini kepada seluruh elemen bangsa. Tentu ini tidak ringan dan menjadi tugas kita bersama.”

Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, mengatakan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia seolah mendapatkan legitimasi factual-objektifnya.

Terutama ketika sedang berhadapan dengan terror wabah penyakit Pandemi Covid 19 yang sedang menggelisahkan kita semua.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas