Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dipandu Maruarar Sirait, Webinar Perdana KSDI Sedot Perhatian Publik

Di sela webinar, Maruarar Sirait menggelar polling sederhana kepada peserta webinar yang mau menjawab terkait dengan tiga hal.

Dipandu Maruarar Sirait, Webinar Perdana KSDI Sedot Perhatian Publik
ist
Mahfud MD dan Maruarar Sirait. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Webinar nasional perdana Kelompok Studi Demokrasi Indonesia (KSDI) dengan tema "Evaluasi 6 Bulan dan Proyeksi 1 Tahun Penanganan Covid-19 di Indonesia," menyedot perhatian publik luas.

Webinar digelar Sabtu (12/9/2020) malam dengan moderator yang juga Ketua Dewan Pembina KSDI Maruarar Sirait.

Hadir para narasumber yang kompeten dan menguasai persoalan seperti Menko Polhukam Mahfud MD, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri dan Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari.

Maruarar menyambut baik kehadiran KSDI ini, yang di dalamnya sangat beragam baik dari sisi suku, agama, etnis dan latarbelakang profesi.

Maruarar dan Qodari pada webinar nasional bertemakan 'Evaluasi 6 Bulan dan Proyeksi 1 Tahun Penanganan COVID-19 di Indonesia,' Sabtu (12/9/2020) malam.
Maruarar dan Qodari

Dan saat ini yang paling penting adalah mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas perbedaan apapun. Ia pun mengatakan bahwa setiap keputusan negara dan pemerintah disampaikan dengan baik dan terbuka.

"Tidak ada pemerintahan yang sempurna, namun Indonesia ini sangat demokratis. Pak Jokowi sangat demokratis. Demo di Istana juga biasa. Pandangan dari yang obyektif dan subyektif, didengarkan sebagai masukan. Selama tak melanggar UU. Indonesia adalah negara demokratis, sekaligus negara hukum," jelas Ara.

Maruarar Sirait menilai bahwa para pembicara Webinar ini sangat memahami substansi persoalan.

Mahfud misalnya, memiliki track-record yang bersih dan sangat intelektual, seorang tokoh muslim-nasionalis yang banyak berkiprah di banyak organisasi.

"Kami doakan Pah Mahfud sehat dan bisa membantu Pak Jokowi untuk melakukan gebrakan-gebrakan. Pak Jokowi sudah tepat menyampaikan bahwa ia membutuhkan gebrakan-gebrakan. Dan saya lihat, dari para pembantunya, saya yakin Pak Mahfud adalah orang yang dimaksud dan diharapkan Jokowi karena Pak Mahfud punya modal sosial, intelektual dan karekter yang cukup," ungkap Maruarar.

Pembicara kedua, sambung Ara, adalah Wakpolri Gatot Eddy Pramono yang merupakan polisi intelektual yang menguasai teori dan lapangan.

Meski sudah banyak melakukan gebrakan, Maruarar pum mendorong Gatot terus berbuat lebih banyak lagi gebrakan.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas