Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

KPK Rampungkan Penyidikan Kasus Korupsi di PT Dirgantara Indonesia

Ali mengatakan, penahanan selanjutnya menjadi kewenangan Jaksa KPK selama 20 hari, terhitung 9 Oktober 2020 sampai 28 Oktober 2020.

KPK Rampungkan Penyidikan Kasus Korupsi di PT Dirgantara Indonesia
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) Budi Santoso berjalan keluar usai ditetapkan sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/6/2020). KPK resmi menahan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzal Rinaldi Zailani dalam kasus dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran pesawat PTDI tahun 2007-2017. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait kegiatan pemasaran dan penjualan di PT Dirgantara Indonesia (Persero) tahun anggaran 2007-2017.

Dua tersangka dalam kasus ini yaitu mantan Direktur Utama PT DI, Budi Santoso dan eks Asisten Direktur Utama PT DI bidang Bisnis Pemerintah, Irzal Rizaldi Zailani bakalan segera diadili.

"Hari ini penyidik KPK melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada JPU (Jaksa Penuntut Umum) untuk tersangka/terdakwa BS dan IRZ," ujar Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Jumat (9/10/2020).

Ali mengatakan, penahanan selanjutnya menjadi kewenangan Jaksa KPK selama 20 hari, terhitung 9 Oktober 2020 sampai 28 Oktober 2020.

Budi Santoso di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sementara, Irzal Rizaldi Zailani di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

Baca: KPK Periksa Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Sebagai Tersangka

Ali menambahkan, dalam waktu 14 hari, dakwaan dua tersangka akan segera disusun dan  dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Persidangan nantinya dilaksanakan di sana.

"Selama proses penyidikan telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 107 saksi," ungkap Ali.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan bekas Direktur Utama PT DI Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT DI bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka.

KPK menduga Budi dan Irzal bersama sejumlah pihak telah merugikan keuangan negara sekitar Rp205, 3 miliar dan 8,65 juta dolar AS atau sekira Rp300 miliar terkait kasus tersebut.

Nilai kerugian negara itu berasal dari jumlah pembayaran yang dikeluarkan PT Dirgantara Indonesia kepada enam perusahaan mitra atau agen penjualan dan pemasaran dari tahun 2008 hingga 2018.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas