Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penelantaran Anak

Dilaporkan Model Cantik ke KPAI Karena Telantarkan Anak, Bos BUMN Siap Tes DNA

M juga diketahui adalah seorang guru besar fakultas ilmu sosial dan ilmu politik. Razman Arif Nasution menyebut Prof M sudah menikahi kliennya

Dilaporkan Model Cantik ke KPAI Karena Telantarkan Anak, Bos BUMN Siap Tes DNA
Tribunnews.com/ Alivio
Patrice Rio Capella, SH selaku kuasa Hukum Prof. M saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (6/4/2021). 

ES juga mengaku sudah mengenal istri pertama dari profesor bernisial M yang diketahui adalah profesor Muradi.

ES mengaku bahwa dirinya sudah diberitahu oleh suami sirinya siapa sosok istri pertamanya.

"Sebelumnya sudah dikasih tahu," kata ES.

Namun, belakangan ini ES tak bisa menghubungi profesor M karena menduga diblokir. "Oh saya diblokir. Saya dipersulit untuk komunikasi," tuturnya.

"Mereka berdua (yang blokir)," tambah ES.

Baca juga: Pengakuan Era Setyowati, Razman Sebut Kliennya Kenal Prof M Sejak 2016, Pernikahan Mereka Sederhana

Terpisah, Kuasa Hukum Profesor M, Patrice Rio Capella mengatakan kliennya berkenalan dengan model ES pada bulan April tahun 2016 di sebuah mal kawasan Jakarta.

Pada saat itu ES minta nomor telepon Profesor M yang juga bos sebuah BUMN. melalui seorang kawannya. Selanjutnya ES mulai aktif menghubungi, dan pernah sekali waktu di tahun 2016 mengejar Prof M hingga ke Bali yang saat itu sedang bertugas, dengan dalih yang bersangkutan kebetulan sedang berlibur ke Bali.

Baca juga: Tolak Tanggung Jawab sebagai Ayah, Kuasa Hukum Prof M Bantah Kliennya Pernah Nikahi Era Setyowati

Sejak semula ES sudah mengetahui bahwa Prof M telah beristri dan memiliki anak dan sudah ditegaskan bahwa Prof M tidak akan pernah menikahi yang bersangkutan.

Berkaitan dengan pelaporan ES kepada KPAI, yang mengklaim bahwa seolah-olah telah terjadi penelantaran atas anak yang dilahirkan oleh ES adalah merupakan bentuk keterangan palsu kepada lembaga negara.

Fakta yang sebenarnya adalah, hingga saat ini ES tidak pernah bisa membuktikan bahwa anak yang dilahirkannya itu adalah anak Prof M. Justru ES pernah mengirimkan foto akta kelahiran anaknya tersebut kepada pihak Prof M, dimana dalam akta tersebut sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Prof. M sebagai orang tua dari anak yang dilahirkan oleh ES.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas