Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penelantaran Anak

Dilaporkan Model Cantik ke KPAI Karena Telantarkan Anak, Bos BUMN Siap Tes DNA

M juga diketahui adalah seorang guru besar fakultas ilmu sosial dan ilmu politik. Razman Arif Nasution menyebut Prof M sudah menikahi kliennya

Dilaporkan Model Cantik ke KPAI Karena Telantarkan Anak, Bos BUMN Siap Tes DNA
Tribunnews.com/ Alivio
Patrice Rio Capella, SH selaku kuasa Hukum Prof. M saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (6/4/2021). 

Patrice Rio Capella, membeberkan hal yang sebenarnya adalah bahwa kliennya pernah memberikan bantuan biaya sewa apartemen bulanan kepada ES dan tidak lebih.

Bantuan ini terpaksa diberikan oleh Profesor M kepada ES karena yang bersangkutan berulang kali mengancam akan mempublikasikan hubungan mereka ke keluarga dan kolega.

Sang model mengklaim bahwa Profoser M membiayai dan menunggui proses kelahiran anaknya pada  bulan Agustus 2020 di RS Hermina yang dianggapnya sebagai bentuk tanggung jawab Profesor M.

"Sebenarnya adalah, keberadaan Profesor M di ruang rawat menjelang persalinan dilakukannya semata-mata untuk memberikan bantuan biaya persalinan, karena pada saat itu ES meminta bantuan biaya persalinan dan tidak ada satu pun keluarga maupun rekan-rekan ES yang bersedia membantu dia," ujar Patrice Rio Capella.

Patrice juga membantah terkait pernyataan ES yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, yang mengklaim bahwa kedatangan Profesor M ke kantornya dimana  menyebut ada ‘kesediaan’ memberikan sejumlah uang sebagai bentuk ‘pengakuan’ atas anak yang dilahirkan ES.

"Profesor M menyatakan keberatan karena merasa anak tersebut bukanlah anaknya, dan jika pun ada kesediaan memberikan bantuan, itu hanya karena Profesor M mengetahui bahwa ES tidak memiliki pekerjaan tetap," tutur Patrice Rio Capella.

"Belum dibukti sebagai sebagai anak loh, pihak kami sudah ngalah, belum ada test DNA yang membuktikan anak kandung," tambahnya.

"Oke yu, berapa 200 juta dulu, jelas itu susu berapa, saya kira itu udah rasional, tetapi tiba-tiba malah naik lagi Rp 2 miliar, apalagi namanya kalau bukan pemerasan, jadi tidak seperti ini tidak ada bukti apapun, ini adalah pembunuhan karakter, tiba tiba datang ke KPAI," kata Patrice Rio lagi.

Patrice juga menyebutkan kliennya siap untuk melakukan test DNA apabila dapat meluruskan masalah ini. "Sangat siap untuk test DNA apabila diminta, agar peristiwa ini menjadi terang dan jelas," ujar Patrice Rio Capella.

"Mereka menyampaikan baik saudari ES dan pengacaranya, kenapa enggak di DNA dulu baru ke KPAI. Bukan ke KPAI dan menantang buat test DNA, menurut saya terbalik," tambahnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas