Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Rizieq Shihab Batalkan Rencana Keliling Indonesia

Adapun kunjungan tersebut kata Rizieq diminta oleh para mantan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Front Pembela Islam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cerita Rizieq Shihab Batalkan Rencana Keliling Indonesia
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Suasana sidang lanjutan perkara pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat atas terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (3/5/2021). 

Pernyataan itu disampaikan Haris ketika dirinya duduk sebagai saksi ad charge atau yang meringankan Rizieq Shihab yang dihadirkan tim kuasa hukum terdakwa.

"Ada pertanyaan mengapa saya berani mengambil resiko untuk peringatan maulid. Karena pada saat itu sebagaimana informasi, saya banyak mendapat informasi bahwa perkumpulan- perkumpulan seperti ini sudah ada jauh sebelum acara peringatan maulid yang kami laksanakan," kata Haris dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (3/5/2021).

Meski Haris tidak menyebutkan acara serupa yang dimaksud dan digelar sebelumnya itu, namun kata dia, bahwa hal itu sudah menjadi rujukan pihaknya untuk mengambil resiko mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Adapun peringatan Maulid Nabi Muhammad itu juga sebagai rangka menyambut kedatangan Rizieq Shihab dari Mekkah, sekaligus menikahkan putri Rizieq yang bernama Najwa Shihab.

Kendati begitu, dirinya menyebut kalau pihaknya telah mengupayakan beragam usaha untuk menerapkan protokol kesehatan. 

Satu diantaranya yakni, menutup acara Maulid Nabi Muhammad lebih awal dibandingkan beberapa acara di tahun sebelumnya.

"Karena biasanya FPI itu kalau ngadain acara Maulid sampai Subuh, karena kalau kita selesaikan jam 2 tanggung subuh nya kesiangan," ujar Haris.

Rekomendasi Untuk Anda

Keputusan menutup acara lebih awal itu kata Haris, dikarenakan kehadiran jumlah massa yang membeludak, dikhawatirkan dapat menimbulkan pelanggaran protokol kesehatan.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas