Tribun

Kecelakaan Maut di Cibubur

Psikolog RS Polri Siap Berikan Trauma Healing ke Keluarga Korban Kecelakaan Maut Cibubur

RS Polri siap memberikan trauma healing bagi keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Transyogi, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Psikolog RS Polri Siap Berikan Trauma Healing ke Keluarga Korban Kecelakaan Maut Cibubur
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Psikolog RS Polri Kramat Jati, Ari Astuti mengatakan, pihaknya bakal memberikan pendampingan bila dibutuhkan keluarga korban. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, siap memberikan trauma healing bagi keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Transyogi, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.

Psikolog RS Polri Kramat Jati, Ari Astuti mengatakan, pihaknya bakal memberikan pendampingan bila dibutuhkan keluarga korban.

"Kita fleksibel, kalau memang mereka membutuhkan itu untuk bisa memberikan penguatan, support atau semacamnya. Tentu kita siap membantu mereka," kata Ari di RS Polri Kramat Jati, Selasa (19/7/2022).

Namun, kata dia, bila dibutuhkan keluarga korban, maka yang pertama dilakukan adalah memberikan penguatan terhadap keluarga korban.

Baca juga: 2 Jenazah Korban Kecelakaan Cibubur Belum Teridentifikasi, RS Polri Harap Keluarga Melapor

"Untuk penanganan secara umum ketika kami menangani para keluarga korban yang dibutuhkan adalah penanganan pertama, penanganan pertama dimana kita memberikan penguatan terhadap mereka," ujarnya.

Akibat insiden maut itu, kata dia, keluarga korban tentu secara psikologis merasa kehilangan.

Karena itu, pemulihan mental yang diperlukan ialah penanganan psikologis pertama.

"Karena memang pastinya ada dampak psikologis pasca kehilangan gitu. Jadi biasanya mereka yang pertama kali lihat adalah shock-nya. Mereka shock gitu sehingga membutuhkan penanganan psikologis pertama," ungkap Ari.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pemulihan mental pasca kehilangan anggota keluarga setiap orang berbeda-beda. Tergantung kedekatan antara yang bersangkutan dengan anggota keluarga.

"Tergantung dinamika kepribadian setiap orang itu kan beda-beda. Kepribadian itu beda-beda sehingga kami membutuhkan waktu yang variatif untuk menangani hal itu. Tapi biasanya kehilangan orang terdekat itu tidak mudah ya, apalagi kita lihat kalau hubungan mereka dekat," ucapnya.

Diketahui, saat ini total ada 7 jenazah korban kecelakaan sudah teridentifikasi di RS Polri Kramat Jati.

1. Priyastini, 50 tahun, PNS TNI AL, warga Sukamanah, Jonggol, Bogor

3. Peltu Suparno, 51 tahun, TNI AL, warga Sukamanah, Jonggol, Bogor

3. Ardi Nurcahyanto, 23 Tahun, Ojol, warga Kalibaru, Cilodong, Depok.

4. Warni, 43 Tahun, warga Gunung Putri, Bogor

5. Ius Supriyatna, warga Gunung Putri, Bogor.

6. Muhammad Sirot, 41 Tahun, Purworejo, Jawa Tengah.

7. Sugiyatni, 38 Tahun, Purworejo, Jawa Tengah.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas