Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2019

Jadi Sajian Wajib Khas Idul Fitri, Ketupat Ternyata Memiliki Filosofi, Begini Asal-usulnya!

Ketupat rasanya sudah menjadi hidangan wajib saat Lebaran. Namun tahukah Anda, bagaimana kisahnya ketupat bisa menjadi semacam hidangan wajib Lebaran?

Jadi Sajian Wajib Khas Idul Fitri, Ketupat Ternyata Memiliki Filosofi, Begini Asal-usulnya!
redwiretimes.com
Ketupat rasanya sudah menjadi hidangan wajib saat Lebaran. Namun tahukah Anda, bagaimana kisahnya ketupat bisa menjadi semacam hidangan wajib Lebaran? 

Ketika manusia mengampuni orang lain, mereka menerima banyak berkah. Kata lebaran juga merujuk pada kata lebar dalam bahasa Jawa yang bermakna, "sesudah selesai".

Bulan puasa telah berakhir dan itu dirayakan dengan makan ketupat.

Luberan berarti "berlimpah," yang memberikan pesan untuk membagikan aset mereka dengan orang yang malang melalui amal.

Baca: 8 Menu Makanan Spesial yang Cocok Dihidangkan saat Lebaran, Tak Hanya Opor Ayam dan Ketupat

Leburan berarti saling memaafkan.

Semua kesalahan dapat diampuni pada hari itu karena manusia dituntut untuk saling memaafkan.

Laburan diambil dari kata dalam bahasa Jawa Labur yang berarti manusia murni dan bebas dari dosa manusia.

Dalam hal ini, ketupat memberikan pesan untuk menjaga kejujuran diri.

Karena itu, setelah melakukan leburan (saling memaafkan), orang harus mencerminkan sikap dan tindakan yang baik.

"Berdasarkan wawancara dengan salah satu pakar budaya Jawa, nasi putih diartikan sebagai simbol kemakmuran dan kebahagiaan. Pembungkus hijau kekuningan dianggap sebagai salah satu tolak penguatan atau menolak nasib buruk. Proses menggantung ketupat setelah dimasak di depan rumah dilambangkan sebagai salah satu bentuk atau tradisi mengusir roh jahat," imbuh penulis.

Karena itu, ketupat sering digantung di ambang pintu untuk mencegah roh jahat memasuki rumah.

Ketupat sering disiapkan dengan cara yang berbeda, dan salah satunya menggunakan santan sebagai media mendidih alih-alih air.

Santan adalah simbol permintaan maaf.

Santan dalam bahasa Jawa disebut santen, yang berarti "pangapunten" atau permintaan maaf.

Baca: Selalu Disajikan Saat Lebaran Idul Fitri, Ini 4 Fakta Menarik Tentang Ketupat dan Opor Ayam

Seorang antropolog Indonesia menafsirkan ketupat sebagai salah satu simbol solidaritas sosial atau hubungan timbal balik seperti memberi dan menerima, yang dikenal sebagai hukum timbal balik.

Hubungan timbal balik terkait dengan kebiasaan saling memberi ketupat.

Perilaku memberi menunjukkan hubungan timbal balik antara satu orang dan orang lain.

"Perilaku seperti itu menandakan hubungan sosial karena kontak dan komunikasi dengan orang lain yang akan mengarah pada sikap solidaritas," ujar tim penulis dalam jurnal mereka.

(Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jadi Makanan Wajib Lebaran, Bagaimana Asal Usul Ketupat?".


Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Lebaran 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas